Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on January 22, 2019

Jakarta (22/01) – Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lansia Kemenko PMK, Ade Rustama, pagi ini memimpin rakor evaluasi dan realisasi pelaksanaan program pemberdayaan disabilitas dan lansia 2018 serta pelaksanaan program 2019 di Hotel Sari Pan Pacifik, Jakarta. Tujuan dari rakor tersebut adalah untuk sharing informasi mengenai kebijakan dan program K/L 2018 dan prioritas kegiatan 2019, serta membangun sinergi dan kolaborasi dengan K/L dan stakeholders lainya dalam pemberdayaan disabilitas dan lanjut usia.

Dalam paparanya, Ade Rustama menjelaskan bahwa dengan sinkronisasi kebijakan dan program K/L itu diperlukan, karena dengan sinkronisasi diharapkan akan tercipta kebijakan dan program yang mengandung energi senergitas positif yang lebih besar. Oleh karena itu, kebijakan yang sinkron secara sistematis, strategis, sinergis dan berkelanjutan, diharapkan dapat mengatasi tantangan yang multikompleks secara bijak untuk mewadahi semua kepentingan, sehingga dapat mendorong pelaksanaan kebijakan yang saling mendukung/ saling menguatkan.

 “sekecil apapun potensi sumber dana dan daya yang dimiliki K/L, apabila dapat disinergikan akan menjadi potensi yang besar “ Jelas Ade.

Pada rencana kegiatan program (RKP) 2018, ada tiga hal dalam perkuatan implementasi money follow program, diataranya menajamkan prioritas nasional, memastikan pelaksanaan program dan menajamkan integrasi sumber pendanaan. Sedangkan RKP 2019, Kemenko PMK mempunyai 4 program prioritas dalam pemberdayaan disabilitas dan lansia, diantaranya pembangunan manusia melalui pengurangan kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar, pengurangan kesenjangan antar wilayah melalui penguatan konektifitas, peningkatan nilai tambah ekonomi melalui pertanian, industry dan jasa produktif, serta pemanfaatan ketahanan energi, pangan dan sumber daya air.

“ada tiga indikator makro dalam pembangunan manusia dan kebudayaan, diantaranya kualitas hidup manusia Indonesia, Kapabilitas manusia Indonesia, serta karakter manusa Indonesia “ Terang Ade.

Ade juga menjelaskan bahwa ada lima fokus koordinasi kemenko PMK dalam pemberdayaan disabilitas dan lansia, diantaranya Selaras basis data, jaminan kebutuhan pelayanan dan kebutuhan dasar, pembangunan manusia berkarakter, pembangunan desa semesta serta pemberdayaan masyarakat.

Turut hadir dalam acara rakor tersebut perwakilan dari Kementerian Sosial, BKKBN, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Bappenas, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Perhubungan serta Kementerian Badan Usaha Milik Negara.

Foto & Reporter : Anggun Wahyu P

Editor : Siti Badriah