Jakarta (23/01) --- Pengembangan SDM penting bagi perusahaan dan industri serta bagi kemajuan bangsa melalui peningkatan daya saing. Demikian disampaikan Menko PMK, Puan Maharani, yang diwakili oleh Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Agus Sartono, dalam acara Indonesia Leader Forum 2019, yang berlangsung di Ballroom Hotel Westin, Jakarta.
Lanjutnya, daya saing Indonesia saat ini berada pada posisi ke-45 dari 140 negara dalam indeks daya saing global atau Global Competitiveness Index 2018, yang dirilis oleh World Economic Forum (WEF). Posisi Indonesia terus meningkat dari tahun 2012 pada peringkat 50 dan tahun lalu yang berada di peringkat 47 dan ini sebuah prestasi yang harus diapresiasi.
Agus menjelaskan bahwa daya saing sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dalam menggerakan sektor-sektor produktif. Saat ini tingkat pendidikan angkatan kerja di Indonesia, 65% masih didominasi pekerja berpendidikan SMP, 25 % berpendidikan SMA dan 10% yang berpendidikan tinggi dan ini merupakan tantangan kita bersama untuk menghadapi persoalan ini serta menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama.
Pemerintah saat ini tengah berupaya untuk mempercepat pembangunan SDM dalam menggerakkan sektor-sektor produktif , diantaranya melalui Revitalisasi Vokasional SMK dan Politeknik, Mempertajam Program Studi di Perguruan Tinggi, Memperluas Beasiswa Bidikmisi, dan juga Mengembangkan Manfaat Dana LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) untuk Pelatihan Vokasional. Pemerintah telah menyediakan akses pendidikan 12 tahun melalui KIP kepada 19,7 juta anak. Selain itu Pemerintah juga memperluas sasaran beasiswa Bidikmisi dari 199,5 ribu mahasiswa pada tahun 2014, menjadi 401,7 ribu mahasiswa pada tahun 2018.
Kebijakan afirmasi dalam pendidikan ini, sudah mulai dapat dirasakan dengan meningkatnya Angka Partisipasi Murni Pendidikan Tingkat Menengah dari 65 persen di tahun 2014 menjadi 79 persen di tahun 2017 sehingga kenaikan ini berpengaruh pada Indeks Pembangunan Manusia Indonesia yang meningkat dari 68,9 pada tahun 2014 menjadi 70,81 pada tahun 2017, dimana Indonesia masuk dalam kategori IPM tinggi atau high human development. Pemerintah juga tengah melakukan revitalisasi Lembaga Pengelola Dana Abadi Pendidikan (LPDP) yang mengelola dana sebesar Rp31 Triliun dan mengundang dunia usaha dan dunia industri, untuk kerja bersama dalam mengembangkan Revitalisasi Vokasi baik melalui SMK maupun Politeknik.
“Saat ini telah ada kerja sama antara 1.753 SMK dan 608 Industri dalam pengembangan vokasional” Ujar Agus.
Diharapkan dengan adanya Indonesia Leader Forum 2019 ini, dapat memberikan sumbangsih pemikiran dan formula dalam membangun SDM Indonesia yang profesional dan berdaya saing guna kemajuan kualitas SDM Indonesia untuk mempercepat tercapainya Indonesia yang maju dan modern. Hadir dalam Forum ini Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, CEO Koran Sindo, Sururi Alfaruq, Presdir PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Warih Andang Tjahjono serta beberapa perwakilan lainnya.
Foto : Tri Wahyu
Reporter : Rieska C
Editor : Siti Badriah
Kategori:
