Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on January 28, 2019

Jakarta (28/01)--- Asisten Deputi Ketahanan Gizi kesehatan Ibu, Anak, dan Kesehatan Lingkungan, Kemenko PMK, Meida Octarina, bersama Direktur Gizi Masyarakat Kemenkes, Doddy Izwardy, menjadi Narasumber dalam Program Talk Show Interaktif “Trijaya Hot Topic Pagi” dengan topik ‘Bebas Stunting – Menuju Indonesia Tinggi’ di Studio MNCTrijaya, MNSC News Center lt.5, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin pagi. Program Talk Show ini merupakan unggulan dari Radio MNCTrijaya dan kerap menyuguhkan berbagai topik yang tengah menghangat di masyarakat, sementara topik tentang Stunting ini diangkat berkaitan dengan Peringatan ke-59 Hari Gizi Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 Januari. Talk Show dipandu langsung oleh Penyiar dan Host MNCTrijaya 104.6 FM, Douddy J Tatipang, dan turut dihadiri oleh Agus Pambagyo selaku Pengamat Kebijakan Publik.

Tampil pada bagian kedua, Meida dalam paparannya menjelaskan mengenai apa saja komitmen Pemerintah dalam upayanya memberantas stunting di tanah air. “Ada lima pilar komitmen yang sedang dijalankan oleh Pemerintah saat ini, mulai dari komitmen para elit pemerintahan baik pusat maupun daerah, kampanye bersama, konvergensi antara pusat dan derah, upaya ketahanan pangan dan gizi, serta monitoring dan evaluasi tentang kegiatan pemberatansan stunting ini,” katanya. “Komitmen dan program kerja Pemerintah melalui koordinasi Kemenko PMK sudah sangat jelas dan Kita semua tentu berharap bahwa apa yang sudah dihasilkan dapat terus berjalan apalagi memang hasilnya sudah terlihat.” Untuk tahun 2019 ini, lanjut Media, gerakan pemberantasan stunting akan menyasar 160 kabupaten/kota di 1600 desa dan melibatkan 23 K/L.

Doddy dalam paparannya mengungkapkan bahwa menurut data terakhir dalam lima tahun ini Indonesia telah berhasil menurunkan angka stunting. “Meskipun memang belum menjanjikan tetapi perlahan terjadi penurunan angka stunting jika dibandingkan dengan negara sesama anggota ASEAN seperti Malaysia atau Thailand. Riskesdas Tahun 2013 menyatakan bahwa angka stunting mencapai 37,2% lalu turun menjadi 30,8% di tahun 2018,” paparnya lagi. Doddy menambahkan, stunting di tanah air terjadi sejak lama karena memang perilaku masyarakat terutama pola makan dan akses pangan yang masih salah dimengerti. “Apalagi sekarang mulai banyak kasus obesitas di kalangan remaja. Tentu ini jadi masalah baru setelah angka stunting mulai menurun. Jika anak-anak balita kita teru sperkuat program 1000 hari pertama kehidupan, sekarang kita siap kampanyekan budaya baru makan dengan gizi seimbang untuk remaja.” (*)

Foto & Reporter : Siti Badriah

Kategori: