Jakarta (8/3) Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melalui Asisten Deputi (Asdep) Pendidikan Menengah dan Ketrampilan Bekerja mengadakan rapat koordinasi membahas mengenai sertifikasi kompetensi.
Dalam pembukaannya, Asdep Pendidikan Menengah dan Ketrampilan Bekerja, Wijaya Kusumawardhana menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan portal para pencari kerja untuk memasuki dunia kerja. “Jadi kami melihat dalam kegiatan vokasi ada beberapa komponen dalam vokasi tersebut. Pertama terkait kurikulum, peningkatan kualitas tenaga instrukstur/guru, peningkatan/modernisasi kapasitas dari sarana dan prasarananya, dan yang terakhir tidak kalah penting adalah sertifikasi kompetensinya. Karena sertifikasi kompetensi ini adalah portal untuk untuk masuk ke dunia kerja sesuai kebutuhan perusahaan,” tutur Wijaya.
Di tahun 2018, Badan Pusat Statistik melaporkan tingkat penggangguran di Indonesia mengalami penurunan dari 7, 02 Juta pada tahun 2016 menjadi 6,87 Juta. Dilihat dari tingkat pendidikannya, SMK menyumbangkan tenaga penggangguran terbanyak. Sebanyak 8,92% lulusan SMK belum memperoleh pekerjaan dan sebagian besar tenaga kerja di Indonesia merupakan lulusan SD-SMP.
Hadir dalam rapat perawkilan dari Bappenas, Kantor Staf Presiden, Kemenko Perekonomian, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Perindustrian dan kementerian/lembaga terkait lainnya. Rapat dilaksanakan di ruang rapat lantai 4 gedung Kemenko PMK, Jakarta. (*)
Foto & Reporter : Tri Wahyu S
Kategori:
