Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on March 12, 2019

Jakarta (12/03)--- Sejak resmi dibahas mulai tahun 2018 lalu, rencana pembangunan monumen Ibu Negara Pertama RI, Hj. Fatmawati, kembali dibahas hari ini antara Kemenko PMK, Pemprov Bengkulu, BUMN selaku sponsor, dan Seniman Pematung yang akan sepenuhnya mengerjakan monumen bersejarah bagi Ibu Negara yang juga Penjahit Bendera Pusaka Merah Putih untuk kemudian dikibarkan tepat di Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945. “Kami sengaja mengundang para pihak terutama dari Pemprov Bengkulu terkait perkembangan terkini rencana ini termasuk segala kesiapan pembangunan terutama lokasinya,” kata Deputi bidang Koordinasi Kebudayaan, Kemenko PMK, Nyoman Shuida saat membuka rapat di ruang rapat lt.4a, gedung Kemenko PMK, Jakarta, Selasa siang.

Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa terdapat dua lokasi yang ditawarkan untuk berdirinya monumen Hj. Fatmwati di Kota Bengkulu yaitu di halaman utama Bandara Fatmawati atau di jalan protokol Kota Bengkulu (simpang lima). “Kalau di bandara, tentu tepat dengan nama bandara itu sendiri yang saat ini juga sedang kami kembangkan menjadi bandara internasional sekaligus pendukung pengembangan Pulau Bay. Kalau di Simpang Lima kami juga sangat mendukung karena dapat menjadi ikon Kota Bengkulu, dekat dengan banyak lokasi bersejarah, dan jadi magnet masyarakat untuk berfoto. Untuk pariwisata sejarah juga semoga makin mengangkat Bengkulu jadi destinasi wisata dan tentu saja monumen jadi kebanggaan kami Masyarakat Bengkulu,” katanya lagi.

Maestro Pematung Indonesia yang sudah terkenal banyak mendirikan monumen ikonik di banyak lokasi di tanah air, Nyoman Nuarta, menjelaskan bahwa seluruh proses pembuatan patung akan dilakukan di bengkel kerjanya di Kota Bandung sementara untuk proses evakuasi patung hingga akhirnya berdiri di Kota Bengkulu, memakan waktu sekitar empat bulan. Dalam rapat ini Nyoman memaparkan sketsa patung yang sudah dibuatnya lengkap dengan rencana tata letak, pencahayaan, dan sebagainya. Patung yang keseluruhannya memiliki tinggi sekitar delapan meter itu akan menampakkan sosok Hj. Fatmawati lengkap dengan busana kebaya dan berkerudung anggun khas Wanita Desa asli Bumi Raflesia. “Kami juga berencana menonjolkan sosok ibu Fatmawati yang sedang menjahit bendera pusaka,” katanya lagi. Monumen Hj. Fatmawati, jika tidak ada halangan akan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo di sekitar Bulan Agustus 2019 mendatang. (*)

Kategori: