Jakarta (12/03) – Dalam rangka mewujudkan program prioritas nasional bidang sumber daya manusia, dalam pelaksanaan pendidikan pra nikah kepada calon pengantin dan masyarakat usia menikah, Asisten Deputi Pembinaan Beragama, Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Kemenko PMK, Sahlan Masduki, pagi ini membuka dan memberi sambutan dalam acara soosialisasi pembangunan manusia indonesia melalui pendidikan pra nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Pasar Rebo, Jakarta.
Dalam sambutanya, Sahlan menyatakan bahwa terkait dengan sumber daya manusia itu menjadi bagian penting pada pemerintahan ini untuk mewujudkan generasi emas pada tahun 2045. Menentukan kualitas SDM salah satunya adalah adalah melalui pernikahan. Karena membangun bangsa itu harus dimulai dari keluarga. Untuk itu calon pengantin harus diberikan pemahaman tentang pernikahan, mulai dari asupan makanan yang sehat dan halal dan pendidikan pra nikah, agar nantinya keturunanya menjadi SDM yang berkualitas dan menjadi generasi emas.
“ Pendidikan dan keluarga menjadi sangat strategis dalam menentukan kualitas SDM Indonesia yang akan datang, dan pendidikan pra nikah mempersiapkan calon pengantin untuk siap lahir dan batin serta ilmu untuk membentuk keluarga “ Tambah Sahlan.
Menurut Sahlan, kualitas SDM di Indonesia harus ditingkatkan. Karena menurut data dari Bank Dunia pada tahun 2018 kualitas SDM Indonesia berada pada peringkat 87 dari 157 negara. Untuk itu perlu dibangun penguatan nilai-nilai pemahaman konsep dan fungsi keluarga serta ketahanan keluarga dari relasi yang harmonis, ekonomi yang kuat dan spritualitas yang tinggi.
Perkawinan di Indonesia harus ada asas, persyarataan dan pencegahan jika tidak sesuai dengan unsur perkawinan, misalnya pernikahan dibawah umur. Bentuk pencegahanya bisa dengan mendorong gerakan wajib belajar 12 tahun, memperketat ijin (orang tua) dan pemberian dispensasi dari pengadilan, serta pemberian regulasi yang memperkuat pencegahan perkawinan dibawah umur oleh K/L terutama dari kementerian agama.
“ Untuk itu peran KUA sangat penting dalam mewujudkan ketahanan keluarga dan SDM yang berkualitas “ Tutur Sahlan.
Turut Hadir dalam acara tersebut Ketua Badan Jaminan Produk Halal, Sukoso, Ketua KUA Pasar Rebo, Khosim, Pokja penghulu dan penyuluh perkawinan DKI Jakarta, Forum Majelis Taklim Pasar Rebo, DMI serta beberapa pasangan calon pengantin.
Kategori:
