Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on April 04, 2019

Foto : 

  • Deputi 2

Jakarta (04/04)--- Target pencapaian tujuan pembangunan milenium (MDGs) memang sudah berganti kini menjadi SDGs. Dengan semangat yang masih sama, masih beberapa tujuan pembangunan yang sebelumnya tidak memenuhi target pencapaian, dalam periode keberlanjutan SGDs ini target itu diupayakan untuk dapat diraih. Mengapa gagal diraih? banyak pihak menilai bahwa tujuan MDGs itu terlambat kesiapan, begitu juga dengan aksinya. Maka, diperlukan keterlibatan banyak pihak agar pengalaman di masa lalu tidak terulang kembali. Banyal pihak itu termasuk kalangan parlemen dan bila perlu mengundang pula peran dan kontribusi berbagai pilar organisasi masyarakat sipil, termasuk para Rotarian Indonesia Perhimpunan Filantrofi, dan sebagainya.

Selain untuk mengupayakan pencapaian target di bidang-bidang “tradisional,” SDGs sesungguhnya dapat diarahkan kepada target lain khususnya di target ke-3 yaitu memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua untuk semua usia, termasuk Lanjut Usia. Berdasarkan perkembangan terkini, SDGs sudah berjalan dengan cara Localizing membumikan SDG’s di daerah: Provinsi, Kabupaten, Kota; menghindari duplikasi dan pemusatan kegiatan; mengupayakan pemerataan, pembukaan dari keterisoliran dan keterbelakangan serta pengurangan kesenjangan; menginisiasi NEW sinergi program 8 K/L di 40 desa: dukung dan partisipasi quick win pencapaian SDGs di Indonesia; dan terakhir, SDGs tercatat telah berjalan selama  ± 4 tahun 7 bulan sejak 25 September 2015, tersisa 11 tahun 8 bulan untuk tahun 2030.

Sementara itu, kapasitas fiskal yang terbatas, SDGs juga diusahakan terus berjalan. Maka, dengan potensi sumbangan sosial perusahaan yang di tahun 2015 saja mencapai Rp12,45 triliun, juga potensi zakat yang mencapai Rp213 triliun, keberlanjutan pencapaian SDGs optimis dapat berlanjut. Indonesia sendiri, telah berada di posisi kedua dalam peringkat Charities Aid Foundation /CAF World Giving Index 2017 setelah Myanmar, disusul Kenya, Selandia Baru dan Amerika serikat di posisi tiga, empat dan lima dari 139 negara dengan masyarakat paling sering berdonasi.

Dalam kesempatan pertemuan dengar pendapat antara Rotary International District 3410 dengan Kemenko PMK melalui Kedeputian bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial, ditawarkan beberapa program alternatif kepada lembaga filantrofi untuk mendapatkan berbagai dukungan dalam pelaksanaannya antara lain kegiatan yang fokus kepada Lansia di  komunitas; Lansia yang  rentan, berisiko  dan tinggal sendiri; Lansia dalam  pemulihan; Sakit terminal; dan Hidup dengan  penyakit  melemahkan. Rotary International District 3410 dalam pertemuan ini diwakili oleh jajaran pengurusnya, sementara Deputi bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial, Kemenko PMK, Tb Achmad Choesni, didampingi oleh Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lansia, Ade Rustama beserta jajaran Kemenko PMK lainnya. (Sumber: Kedep II Kemenko PMK)

Reporter: 

  • Deputi 2