Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on April 11, 2019

Jakarta (11/4) -- Perkembangan teknologi sangat mempengaruhi tata kehidupan manusia. Perkembangan teknologi juga mendorong terjadinya revolusi industri. Untuk itu, Bangsa Indonesia harus memiliki SDM yang berkualitas agar mampu bersaing di era industri 4.0 (four point zero) sekaligus memiliki pijakan dan budaya yang kokoh.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani saat menyampaikan Orasi Ilmiah dengan tema “Memantapkan Nilai-Nilai Keilmuan dalam Menghadapi Pergeseran Budaya di Era Disrupsi”. Orasi disampaikan pada Dies Natalis Ke-58 dan Wisuda tahun 2019 Universitas Prof. Moestopo (Beragama) yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis pagi (11/4).

Menurut Menko PMK, saat ini telah memasuki revolusi industri tahap ke-4 atau i4.0. Revolusi Industri tahap pertama terjadi pada abad 18-19 ditandai dengan beralihnya masyarakat agraris ke industri di Eropa dengan diwarnai tumbuhnya industri textile dan baja. Revolusi industri tahap kedua terjadi menjelang Perang Dunia I (pertama) tahun 1870-1914 ditandai dengan munculnya telepon dan perekaman (phonograph). Fase ini juga menjadi tonggak sejarah era teknologi informasi dan komunikasi. Revolusi industri ketiga adalah era internet yang menjadikan informasi sangat terbuka dan nyaris tanpa hambatan ke segala penjuru dunia. Era ini membawa masyarakat dunia ke era globalisasi. 

“Di era Revolusi Industri Keempat atau i4.0 (industry four point zero). Berkembang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan revolusi digital serta teknologi nano. Robot telah berkembang bahkan menyerupai kemampuan manusia. E-commerce, internet of things, robot pintar, big data dan 3D Printing merupakan contoh implementasi i4.0.” jelas Menko PMK.

Menurut Menko PMK, era i4.0. juga ditandai dengan era disrupsi. Disrupsi adalah perubahan besar dan mendasar yang terjadi pada kehidupan manusia. Ada empat indikator sebagai penanda disrupsi, yaitu simpler (lebih mudah), cheaper (lebih murah), accessible (lebih terjangkau), dan faster (lebih cepat).

Menko PMK juga menyampaikan, penguasaan teknologi menentukan daya saing bangsa. Untuk itu, melalui berbagai intervensi, pemerintah fokus pada pembangunan SDM dengan memperluas akses pendidikan tinggi dengan menyediakan berbagai beasiswa dan bantuan pendidikan. 

“Melalui LPDP, pemerintah memberikan sekitar 20.000 beasiswa pendidikan S-2 dan S-3 pada perguruan tinggi terpilih di seluruh dunia. Khusus bagi mahasiswa dari keluarga yang kurang mampu, pemerintah memberikan bantuan melalui program Bidikmisi, yang saat ini telah menjangkau lebih dari 520.000 mahasiswa S-1”, kata Menko PMK.

Atas usaha pemerintah, menurut Menko PMK, daya saing Indonesia terus meningkat. Global Competitiveness Index Indonesia meningkat dari posisi 41 pada tahun sebelumnya menjadi posisi 36 dari 140 negara pada tahun 2017-2018. Peringkat Indonesia pada Global Talent Competitiveness Index yang diterbitkan INSEAD juga meningkat dari posisi 86 di tahun 2014 ke peringkat 77 di tahun 2018.

Menko PMK juga berpesan, agar PT lebih peka dan lebih adaptif menghadapi tantangan dan peluang merespon perubahan. Salah satunya dengan mengadopsi perkembangan teknologi digital dengan artificial intelligence. Kepada mahasiswa, Menko PMK berpesan, agar siap memenangkan kompetisi dengan mengembangkan inovasi, kreativitas dan semangat yang unggul dan berdaya saing.

Dies Natalis Ke-58 Univ. Prof. Moestopo (Beragama) dan Wisuda tahun 2019 ini diikuti sekitar 971 wisudawan dan wisudawati dari 4 fakultas dihadiri Rektor Univ. Prof. Moestopo (Beragama), Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn., Ketua beserta anggota Senat, Pembina dan Pengurus Yayasan Univ. Prof. Moestopo (Beragama), para wisudawan dan wisudawati beserta keluarga serta seluruh Sivitas Akademik Univ. Prof. Moestopo (Beragama).

Foto : Tri Wahyu S

Kategori: