Manado (15/04) - Kuliah Kerja Nyata (KKN) Revolusi Mental diharapkan menjadi salah satu 'Agent of Change' untuk menggerakkan perubahan di tengah masyarakat. Melalui para mahasiswa yang menjadi ujung tombak terjun langsung ke masyarakat, Mahasiswa ditantang untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada di tengah masyarakat, bagaimana berinteraksi dengan masyarakat, serta mengamalkan ilmu dan pengetahuan yang mereka dapatkan selama duduk di bangku kuliah.
"Saya berharap materi yang didapat oleh para Dosen Pembimbing Lapangan di sini, dapat ditransfer kepada seluruh mahasiswa yang mengikuti KKN, sehingga mahasiswa benar-benar mengenal Revolusi Mental serta menyebarluaskan 5 gerakan Revolusi Mental kepada masyarakat untuk bersama membangun Indonesia yang lebih maju", kata Asisten Deputi Pendidikan Tinggi dan Pemanfaatan Iptek, Kemenko PMK, Asril, disela-sela rangkaian acara persiapan pelaksanaan KKN Revolusi Mental di Hotel Mercure Manado
Lebih lanjut, Asril menyampaikan, KKN Revolusi Mental sendiri memasuki tahun ke 4 dalam pelaksanaannya. Selama kurun waktu tersebut, pelaksanaan KKN Revolusi Mental senantiasa dilakukan evaluasi demi perubahan dan inovasi yang lebih baik demi tercapainya sasaran yang lebik baik. "Pelaksanaan KKN Revolusi Mental barangkali jauh dari sempurna, namun kami bersama seluruh stake holder yang terkait terus melakukan inovasi sehingga desain KKN Revolusi Mental lebih 'membumi' dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing lokasi", jelasnya.
Asril juga mengungkapkan, bahwa KKN RM dilaksanakan pertama kali tahun 2016, dengan melibatkan 29 Perguruan Tinggi Negeri. Mulai tahun 2017, selain 34 PTN juga melibatkan sebanyak 14 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri dalam program KKN RM. Pada tahun 2018, KKN RM dilaksanakan oleh 24 PTN dan 8 PTKN. Dan untuk tahun 2019 ini, KKN RM akan dilaksanakan oleh 24 PTN dan 9 PTKN.
Reporter : Danang A Ichwan
Foto : Dian Novico
Kategori:
