Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on May 13, 2019

Jakarta (13/5) – Usai membangun infrastruktur, pemerintah lima tahun mendatang akan fokus pada upaya peningkatan kualitas SDM. Ada tiga jalur yang ditempuh berdasarkan Instruksi Presiden No.9/2016 tentang Revitalisasi SMK, yaitu melalui jalur pelatihan atau kursus oleh BLK, jalur revitalisasi SMK, dan jalur politeknik atau vokasi.

Jalur pelatihan atau kursus sejauh ini sudah berjalan sebagaimana mestinya. Sementara itu, jalur revitalisasi SMK masih terus berproses dengan pencapaian sebanyak 2.612 SMK sudah dikembangkan menjadi SMK industri lewat kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), serta melibatkan 855 industri. Target pemerintah sebanyak 5 ribu SMK akan memakai model SMK industri.

Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Sartono mengungkapkan bahwa salah satu persoalan terbesar dunia pendidikan di Indonesia saat ini ialah mengenai masalah kekurangan guru produktif. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 100 ribu orang.

“Kita sudah upayakan dengan program keahlian ganda, kemudian mengirim guru kita untuk short course ke luar negeri. Tapi itu saja tidak cukup karena kekurangannya sampai 100 ribu sehingga memang diperlukan adanya terobosan,” ucapnya saat jumpa pers mengenai Percepatan Peningkatan Kualitas Sumbet Daya Manusia (SDM)  dan Guru di Kemenko PMK, Jakarta.

Melalui jalur poltek diharapkan akan mampu mengatasi persoalan kekurangan guru produktif. Caranya, ialah dengan membangun poltek baru di kawasan industri dan pengembangan atau merevitalisasi poltek yang sudah ada.

Selain itu, pemerintah juga memberikan kesempatan kepada perusahaan multinasional yang beroperasi di dalam negeri untuk membuka poltek sendiri. Harapannya tentu dapat berkontribusi menciptakan lulusan poltek yang berkualitas dan kompeten di bidang tertentu.

“Untuk menjadikan lulusan poltek ini agar mau menjadi guru produktif di SMK juga tidak mudah karena umumnya mereka memiliki daya jual yang tinggi. Karena itu, kita mencoba berikan penawaran melalui beasiswa program profesi guru (PPG) sehingga setelah lulus mereka memiliki ikatan dinas jadi guru SMK dengan status ASN,” tuturnya.

Lebih lanjut, upaya yang dilakukan ialah dengan mendatangkan para expert dari luar negeri dengan tujuan Training of Trainer (TOT). Pada praktiknya, para expert didampingi fasilitator dapat berbagi ilmu pengetahuan (sharing knowledge) serta pengalaman untuk meningkatkan kualitas guru di Tanah Air.

“Daripada mengirim guru ke luar, biayanya tentu tidak sedikit. Apalagi, tidak semua guru punya kemampuan bahasa yang cukup sehingga kalau dikirim ke luar juga dikhawatirkan daya serapnya akan kurang. Jadi lebih efektif mendatangkan mereka untuk TOT, bukan menggantikan guru kita yang sudah ada,” pungkasnya.

Reporter : Puput

Kategori: