Jakarta (16/05) - Asisten Deputi Ketahanan Gizi, Kesehatan Ibu Anak, dan Kesehatan Lingkungan Meida Octarina sore kemarin (15/05) memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Pelaksanaan Aksi Cegah Stunting di Kementerian/Lembaga yang berlangsung di sebuah hotel di Jakarta Pusat. Hadir dalam rapat tersebut perwakilan Bappenas, Kementerian Kesehatan, Kominfo, Kementerian Sosial, Kementerian PDTT, TNP2K, Kemendikbud, dan K/L terkait lainnya.
Dalam pembukaannya, Meida mengatakan Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global. Menurut Meida, tujuan pertemuan ini untuk mengevaluasi kegiatan intervensi program aksi cegah stunting pada tahun 2018 dan tindak lanjut di 2019. Seperti diketahui, stunting disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang lama, terutama pada seribu hari pertama kehidupan dan infeksi penyakit yang berulang.
Sebagai gambaran, pada tahun RKP 2019 menurut data dari Bappenas target prevalensi stunting diharapkan berada di angka 24,8%. Untuk anggaran sendiri pada tahun anggaran 2019, 18 Kementerian/Lembaga mengalokasikan dalam program penurunan stunting sebanyak 28,99 T. Dari angka tersebut, 84% dialokasikan pada intervensi sensitif. Sedangkan sisanya, 13% & 4% pada intevensi spesifik dan kegiatan pendampingan, koordinasi, dan dukungan teknis.
Reporter/Foto : Dwi
Editor : Puput
Kategori:
