Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on June 28, 2019

Jakarta (28/06)--- Masih dalam rangkaian kegiatan Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-23 di Tahun 2019, Kemenko PMK menggelar seminar yang membahas topik sesuai thema peringatan HLUN 2019 yaitu “Mewujudkan Lanjut Usia Mandiri, Sejahtera dan Bermartabat” pada Jumat pagi di Jakarta. Seminar dihadiri oleh jajaran purnatugas Kemenko PMK, Perwakilan K/L terkait, Lembaga Demografi UI, Akademisi, dan undangan lainnya.

Menurut laporan Ketua Penyelenggara sekaligus Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lansia, Kemenko PMK, Ade Rustama seminar ini tentu tidak lepas makna dan semangatnya dari kegiatan serupa di tahun 2018 lalu. “Karena Menko PMK sebelumnya sudah menyatakan bahwa kita harus bersama mewujudkan era kebangkitan Lansia Indonesia yang tentu saja mampu hidup mandiri, sejahtera, dan juga bermartabat. Maka kemudian harus timbul pemahaman oleh kita semua bahwa Lansia itu adalah subjek dan bukan lagi objek,” katanya lagi. Seminar ini, tambah Ade, diharapkan dapat meningkatkan kepedulian Kaum Milenial terhadap para warga senior di tanah air, sementara masyarakat luas, keluarga dan para pemangku kebijakan juga dapat tergugah kesadarannya dengan menjadikan Lansia sebagai bagian tidak terpisahkan dari masyarakat kita. Terlebih Indonesia dalam beberapa tahun ke depan diketahui akan memiliki populasi Lansia yang lumayan banyak.

Senada dengan Ade, Deputi bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial, Kemenko PMK, Tb Achmad Choesni yang tampil membuka seminar sekaligus menyampaikan arahan, meminta agar hasil dari seminar ini dapat menjadi bahan masukan kebijakan pemerintah terhadap pembangunan kesejahteraan Lansia di tanah air. “Diskusi yang kita lakukan hari ini juga semoga tidak hanya berhenti sampai di sini tetapi harus terus berkelanjutan. Pekerjaan Rumah kita terhadap Lansia masih banyak,” paparnya.

Dengan populasi yang terus bertumbuh besar jumlahnya, tentu akan jadi beban tersendiri bagi negara jika para Lansia tidak dibangun segala lini kehidupannya. “Maka semestinya sudah sejak dini kita perlu membangun Lansia yang mandiri. Mandiri agar tidak menjadi beban, mandiri ekonominya dalam arti sejahtera dan mandiri yang bermartabat agar terus dapat berkarya dan bermanfaat bagi masyarakat. Namun memang menciptakan Lansia yang aktif dan mandiri butuh keterlibatan banyak pihak,” papar salah satu Narasumber seminar yang juga Ahli Geriatri dari RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, Probosuseno. Menurutnya, membangun Lansia yang mandiri dapat dimulai dari perencanaan yang baik jelang kehidupan hari tua; gencar sosialisasi gaya hidup sehat; upaya pendewasaan diri; koordinasi aktif antarlembaga negara; penguatan budaya dan ekonomi; menjadikan soal Lansia sebagai prioritas dengan anggaran yang cukup; hingga melibatkan orang-orang kreatif dan hasil riset

Foto : Dwi