Bandung (10/07)--- Kemenko PMK yang diwakili oleh Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lansia, Ade Rustama dan jajarannya, turut menghadiri acara puncak peringatan ke-23 tahun Hari Lanjut Usia Nasional 2019 di Komplek Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Jl. Dipati Ukur, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu pagi. Acara ini dihadiri oleh Mensos, Agus Gumiwang Kartasasmita; Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil; Para Kepala Daerah; Para Penerima Penghargaan; Organisasi Lansia dan Penggiatnya; dan Media nasional.
Kemenko PMK melalui koordinasi dan sinkronisasinya, sebelumnya telah melakukan fasilitasi persiapan mulai dari rencana hingga pelaksanaan HLUN 2019, di samping sinkronisasi Kegiatan Kementerian/Lembaga dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2019. Rangkaian kegiatan HLUN 2019 diharapkan tidak terhenti di acara puncak tetapi kegiatan dan aksi nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh lanjut usia dapat terus berlanjut. Apalagi, Menko PMK pada acara serupa di tahun 2018 telah mendeklarasikan tahun kebangkitan bagi para lansia di tanah air. Supaya, terjadi kesesuaian antara semangat dengan thema yang diusung pada Peringatan HLUN 2019 ini yaitu ‘Lanjut Usia Mandiri, Sejahtera dan Bermartabat.’ Dengan demikian, urusan Lanjut Usia mulai tahun 2018 mengalami pergeseran dari yang awalnya sebagai objek lalu menjadi subjek.
Adapun thema yang diusung ini, sesuai sambutan dan arahan Mensos, mengandung makna bahwa negara memiliki perhatian pentingnya mewujudkan lanjut usia mandiri, sejahtera dan bermartabat sebagaimana tertuang dalam Strategi Nasional (Stranas) Kelanjutusiaan. Terdapat lima strategi yang dikembangkan dalam Stranas, yakni pembangunan masyarakat dan sumberdaya manusia (SDM) kelanjutusiaan; penguatan institusi pelaksana kelanjutusiaan; peningkatan perlindungan sosial, jaminan pendapatan dan kapasitas individu; peningkatan derajat kesehatan lanjut usia; perlindungan, pemenuhan dan penghormatan terhadap hak lanjut usia.
“Maka kemudian Pemerintah kini sedang berupaya mewujudkan beberapa strategi bagi kesejahteraan lansia yaitu upaya preventif, protektif, promotif dan transformatif. Strategi ini nantinya dapat dimulai dari menjaga kesehatan, perlindungan, pemberdayaan ekonomi hingga penguatan regulasi serta kebijakan,” kata Mensos lagi.
Acara puncak peringatan HLUN 2019 ini juga diwarnai dengan aneka suguhan seni budaya khas Jawa Barat yang diikuti dengan pemberian penghargaan kepada tokoh lansia dan tokoh nasional yang sangat diapresiasi prestasinya dalam mendukung berbagai program kesejahteraan lansia di tanah air. Untuk tokoh lansia diberikan kepada Emil Salim sebagai Tokoh Lansia bidang Lingkungan Hidup; Haryono Suyono sebagai Tokoh Lansia bidang Kependudukan; Grup Bimbo sebagai Tokoh Lansia bidang Seni Budaya, sementara Tokoh Nasional Peduli Lansia diberikan kepada Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil. Penghargaan Kemensos ini juga diberikan kepada gubernur, bupati, dan walikota peduli lansia; dan para Penggiat organisasi lansia. Kemensos dalam acara ini juga menyerahkan bantuan untuk program kesejahteraan lansia kepada Provinsi Jawa Barat dan diserahkan langsung oleh Mensos. (*)
Kategori:
