Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on August 03, 2019

Foto : 

  • Deputi 1

Pekanbaru (2/8) - Kawal pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Propinsi Riau, Deputi bidang Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kemenko PMK, Dody Usodo mendampingi Kepala BNPB, Doni Munardo melaksanakan rapat evaluasi penanganan karhutla di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Jum'at (2/8).  

Hadir dalam rapat Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Fuad, Gubernur Riau Syamsuar, Danrem 03/WB, Kepala Pelaksana BPBD Riau, dan unsur dari TNI-Polri yang tergabung di dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Riau. 

Usai rakor Deputi I Kemenko PMK bersama rombongan melanjutkan peninjauan karhutla menggunakan pesawat Helikopter Super Puma TNI AU. Hasil pematauan udara, sangat jelas terlihat bentangan wilayah yang terbakar dan terdampak asap kebakaran hutan. Wilayah Kab. Pelalawan merupakan wilayah terdampak karhutla. 

Upaya pemadaman dilaksanakan Satgas Karhutla yang dikoordinasikan BNPB, terdiri dari berbagai unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni,  Tagana, dan masyarakat, serta unsur-unsur lain yang tergabung dalam satgas. Pemadaman dilakukan melalui udara (water bombing) dan juga melalui darat untuk wilayah yang terjangkau. 

Hasil peninjauan, patut diduga bahwa karhutla yang terjadi dapat dipastikan dilakukan dengan kesengajaan untuk kepentingan perkebunan. Wilayah-wilayah terbakar (hutan lahan gambut) bersinggungan langsung dengan hamparan perkebunan kelapa sawit.  Namun tidak ada perkebunan kelapa sawit yang ikut terbakar. Kondisi ini juga diperkuat oleh keterangan Dirkrimsus Polda Riau, bahwa sudah ada 5 perusaahaan koorporasi dan 20 orang dalam tahapan pemeriksaan hukum. 

Dalam kesempatan peninjauan lapangan, Deputi I bersama rombongan melakukan peninjauan ke Kec.Tebing Tinggi Timur, Kab.Kepulauan Meranti, Prov.Riau. Daerah ini sebelumnya merupakan langganan karhutla dan penghasil polusi asap terbesar di Prov.Riau bahkan menjadi pengekspor asap ke negara tetangga tahun 2014. Namun kondisi saat ini berbanding terbalik, daerah ini sekarang bisa menjadi contoh daerah tangguh dalam mengantisipasi karhutla, dan telah menjadi daerah penghasil  sagu terbaik dan berkualitas.

Setelah Presiden RI (Bapak Ir.Joko Widodo) pada tahun 2014 melaksanakan peninjauan ke daerah tersebut dan memberikan arahan, BRG melakukan pembuatan kanal-kanal air di lahan gambut yang saat ini berhasil dapat menjaga volume air di lahan gambut pada musim kemarau.

Kabupaten Kepulauan Meranti juga dapat dijadikan percontohan bagi daerah lainnya dalam pencegahan karhutla.  Kab. Kepulauan Meranti telah mengeluarkan perda penghentian membuka lahan perkebunan kelapa sawit sebagai upaya pencegahan karhutla.

Reporter: 

  • Deputi 1