Foto :
- Deputi 1
Jakarta (05/08)--- Plt. Asisten Deputi Tanggap Cepat Bencana, Kemenko PMK, Nelwan Harahap membuka Rapat Koordinasi mengenai Penguatan Manajemen Siaga Darurat Bencana di Meulaboh Kab. Aceh Barat pada Kamis (01/08) lalu. Hadir dalam rapat Kepala Pelaksana BPBD Kab. Meulaboh, Mukhtarudin; Kapolres Aceh Barat, Raden Bobby; Kasiter Korem 012/TU, Adhe; serta unsur BPBD, Bappeda,dan dinas-dinas terkait Pemkab Aceh Barat, NAD.
Rakor ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas BPBD dan koordinasi antarinstansi dalam kesiapsiagaan darurat bencana serta pembangunan daerah yang harus memperhatikan aspek kebencanaan di Kab Aceh Barat. Kab Aceh Barat sendiri diketahui memiliki jejak rekam bencana yang cukup banyak seperti pada tahun 2004 yaitu bencana tsunami dan Karhutla serta banjir disertai longsor yang rutin terjadi di Kab Aceh Barat.
Dalam kesempatan ini, Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat menyampaikan kejadian-kejadian bencana yang terjadi di Aceh Barat di antaranya banjir dan longsor; abrasi pantai; serta kebakaran hutan dan lahan. Kepala BPBD juga menyampaikan permasalahan keterbatasan sarana dan prasarana BPBD Aceh Barat dalam menangani kejadian bencana serta belum adanya sosialisasi mengenai SOP tanggap darurat bagi para pemangku kepentingan untuk melakukan tindakan dalam penanganan bencana yang melanda Kab Aceh Barat.
Plt. Asisten Deputi Tanggap Cepat Bencana, Kemenko PMK, Nelwan Harahap dalam paparannya menjelaskan tentang beberapa fase penyelengaraan penanggulangan bencana; perlunya penguatan sistem kesiapsiagaan darurat bencana; peningkatan kompetensi Pemda setempat; peningkatan kapasitas daya dukung lingkungan; masyarakat dan manajemen SOP tanggap darurat bencana yang jelas. Kemenko PMK, tambah Nelwan, juga mendorong BPBD serta Pemda untuk segera menyusun rencana kontijensi dan terus meningkatkan kapasitas lembaga dalam pengelolaan bencana. (sumber: Kedep I Kemenko PMK)
Kategori:
Reporter:
- Deputi 1
