Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on August 07, 2019

Jakarta (7/8) -- Kurang dari 10 tahun mendatang, Indonesia diprediksi akan mengalami fase puncak bonus demografi. Kondisi di mana jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk non produktif (usia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun).

Tentu saja hal itu bisa menjadi keuntungan bagi Indonesia, namun juga sebaliknya bisa menjadi bumerang. Pemerintah sejauh ini sudah melakukan berbagai langkah antisipasi guna menyongsong kesiapan menuju tahun-tahun puncak bonus demografi.

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Sonny Harry B Harmadi mengatakan ada tiga hal utama yang menjadi fokus pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) menghadapi bonus demografi.

Pertama, memperbaiki kualitas pendidikan yaitu dengan menyediakan kesempatan pendidikan seluas-luasnya mulai dari TK sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Kedua, memperbaiki kualitas kesehatan dengan menyediakan layanan kesehatan yang baik dan bermutu untuk angkatan kerja berkualitas. Ketiga, mengenai ketersediaan angkatan kerja.

"Angka pengangguran kita sebenarnya tidak terlalu tinggi, hanya kisaran 5%. Tapi bagaimana kita memastikan pekerjaannya itu layak, baik dari sisi income, keamanan, maupun perlindungan. Maka itu harus mendorong transformasi sektor informal menjadi sektor formal agar pekerja jadi terlindungi," ujarnya saat menjadi narasumber Live Program Prime Time Talk dengan tema Menyongsong Bonus Demografi di Studio Berita Satu Media Holdings, Jakarta, Selasa (6/8).

Tak kalah penting, dalam menyiapkan SDM berkualitas harus dimulai sejak dalam kandungan atau 1.000 hari pertama  kehidupan. Diantaranya ialah dengan memberikan asupan gizi yang cukup agar balita tumbuh dan berkembang menjadi calon generasi penerus bangsa di masa depan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Demografi Falultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Turro Selrits Wongkaren menambahkan bahwa apabila Indonesia ingin betul-betul menyiapkan SDM yang siap bersaing nantinya maka harus dimulai dari pendidikan.

"Kebijakan tentang pendidikan vokasi kita sudah cukup bagus. Hanya yang penting untuk diperhatikan adalah bagaimana menyesuaikan jurusan yang ada sekarang dengan kebutuhan di dunia kerja, istilahnya harus sesuai," tandasnya.

Foto & Reporter : Puput

Kategori: