Jakarta (22/08)--- Masih dalam thema yang sama dalam Peringatan Hari Kemerdekaan ke-74 tahun Republik Indonesia yaitu “SDM Unggul untuk Indonesia Maju,” Kemenko PMK menggelar kegiatan pengembangan kapasitas kewirausahaan khususnya untuk para pegawai di lingkungan Kemenko PMK terutama kepada mereka yang tidak lama lagi akan memasuki masa purnatugas. Kegiatan orientasi pengembangan kapasitas kewirausahaan pegawai di lingkup Kemenko PMK ini menurut Ketua Panitia Kegiatan yaitu Koordinator Gerakan Kemenko PMK Mandiri yang juga Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lansia, Kemenko PMK, Ade Rustama merupakan salah satu program kerja Gerakan Kemenko PMK Mandiri yang dalam pelaksanaannya bersinergi dengan keempat gerakan yang lain sebagai wujud dari semangat dan nilai Gerakan Nasional Revolusi Mental yaitu Gerakan Kemenko PMK Melayani, Kemenko PMK Bersih, Kemenko PMK Bersatu, dan Kemenko PMK Tertib.
“Sejalan dengan semarak Bulan Kemerdekaan Tahun 2019, Kami berharap kegiatan ini bisa memberi kontribusi dalam mewujudkan SDM Unggul untuk Indonesia Maju,” kata Ade dalam laporannya. Adapun tujuan kegiatan ini, tambahnya, adalah untuk memberikan pembekalan kepada pegawai untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi masa purnatugas dan memberikan motivasi serta inspirasi mengenai berbagai usaha yang dapat dijadikan referensi setelah atau sebelum para pegawai memasuki masa purnatugas.
“Bagi para peserta yang masa purnatugasnya masih panjang, tentu kegiatan ini adalah kesempatan baik untuk mempersiapkan diri sejak dini karena kemandirian memang perlu diasah dan dilatih berkesinambungan. Bagi pegawai yang sudah mendekati masa purnatugas, Saya ingin memberi keyakinan untuk kita bahwa selalu ada kesempatan untuk kita yang punya harapan. Tidak pernah ada kata terlambat untuk membuat versi terbaik dari hidup kita,” papar Ade.
Kegiatan orientasi pengembangan kewirausahaan ini dibuka oleh Staf Ahli Kemenko PMK bidang UMKM, Aris Darmansyah Edisaputra yang mewakili sekaligus membacakan sambutan Seskemenko PMK, YB Satya Sananugraha. “Tema (kegiatan—red) ini, selain mengandung optimisme dan harapan juga tantangan. Optimis, karena Hari Kemerdekaan Indonesia mestinya memantulkan semangat optimisme jiwa pemenang. Tantangan, karena pengembangan kapasitas untuk kemandirian bukanlah perubahan seketika, yang secara instan dapat dicapai dalam setahun atau lima tahun, butuh kesinambungan.” Demikian arahan Seskemenko PMK. “Yang terpenting, Kita tidak perlu terburu-biri menilai gerakan ini berhasil atau tidak, tapi apakah kita sudah mau bergabung, bergerak bersama-sama dan berubah menjadi lebih baik.”
Melalui kegiatan ini, Seskemenko PMK juga berharap dapat membangun kebiasaan baru, menumbuhkan komitmen dan tanggung jawab semua pegawai untuk melaksanakan kewajiban sesuaitugasnya, membangun kebersamaan, dan memperoleh manfaat, berupa peningkatan kapasitas di berbagai bidang dan kesejahteraan.
Tiga Narasumber yang mengisi acara kemudian dihadirkan untuk berbagi pengalaman terbaik, memberikan ide dan inspirasi usaha baru serta membimbing singkat proses bisnis start up di era digital seperti saat ini. Ketiga Narasumber itu antara lain Restama Gustar, Wirausahawan ‘Organeed’ asal Bogor yang giat dalam usaha kuliner berbahan dasar sayuran dan buah organik; Susi Sukaesih, Direktur Sidina Sejahtera (Siswa Wirausaha); dan Bima Laga, Assistant Vice President of Public Policy and Government Relation dari Bukalapak. (*)
Kategori:
