Jakarta (25/9) – Pemerintah melalui Kemenko PMK tengah melakukan sinkronisasi di tingkat pusat dan daerah terhadap pelaksanaan program/kegiatan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Sinkronisasi tersebut terkait standarisasi pelatihan kader, pemberdayaan kader pasca pelatihan dan sinergi rencana aksi pencegahan dan pemberdayaan P4GN.
Dalam rakor Sinkronisasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya P4GN di salah satu hotel di Hayam Wuruk, Assisten Deputi Bidang Kepemudaan Kemenko PMK, Alfredo S. Fenat mengatakan, upaya pencegahan bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan pemuda telah dilakukan di beberapa Kementerian/Lembaga (K/L). Sayangnya, hal tersebut belum terintegrasi dengan baik dan masih berjalan sendiri-sendiri sehingga berpotensi tumpang tindih kegiatan.
Dijelaskannya, beberapa K/L juga telah melaksanakan pelatihan relawan/kader anti narkoba namun masing-masing memiliki kurikulum sendiri. “Materi, durasi dan model pelatihan masing-masing K/L berbeda-beda sehingga tentunya kualifikasi relawan/kader anti narkoba yang dihasilkan oleh masing-masing K/L berbeda-beda,” ujarnya. Kemenko PMK mengusulkan perlunya disusun model sinkronisasi rencana aksi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat yang mampu memadupadankan pelaksanaan program/kegiatan lintas K/L. Di sisi lain, pemberdayaan relawan/kader anti narkoba pasca pelatihan juga perlu dilakukan secara berkelanjutan agar apa yang telah didapatkan bisa dikembangkan lebih baik lagi di kemudian hari.
Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN, Dunan Ismail Isja mengatakan, bahwa pihaknya tengah menyusun modul penyuluh narkoba. Ia mempersilahkan K/L yang berniat melakukan penyuluhan narkoba mengunduh modul lama yang masih bisa diunduh di website BNN. Selama ini, relawan/kader BNN memang menjadi role model bagi relawan/kader dari K/L yang ingin melakukan penyuluhan narkoba. Pemerintah pusat selama ini memang telah menginstruksikan agar K/L terkait membentuk satgas anti narkoba.
Sementara, Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda Kemenpora, Arifin Majid mengatakan program P4GN telah menjadi program prioritas pihaknya. Karenanya Kemenpora menjalankan program Kader Inti Pemuda Anti-Narkoba (KIPAN). Pihaknya kerap menggelar pelatihan KIPAN. Arifin menekankan perlunya monitoring dan evaluasi yang sering selepas para kader KIPAN menggelar pelatihan. Karena pihaknya menyerahkan kader KIPAN kepada daerah setelah pelatihan. “BNN dapat memanfaatkan para kader tersebut dalam hal penyuluhan. Kalau perlu standar rekruitmennya juga harus seperi yang diterapkan BNN,” cetusnya.
Rakor Sinkronisasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya P4GN digelar untuk memperoleh masukan dalam hal pelaksanaan pelatihan, khususnya standarisasi kader narkoba. Juga mendapatkan masukan terhadap alternative upaya pemberdayaan pasca pelatihan kader anti narkoba. Termasuk mendapatkan masukan terhadap alternative upaya sinkronisasi lintas K/L dalam pelaksanaan pencegahan dan pemberdayaan masyarakat terkait P4GN.
Kategori:
