Jakarta, 30 Agustus - Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat HR. Agung Laksono mengapresiasi segala bentuk penolakan masyarakat terhadap kelompok radikal.
Menurutnya, penolakan masyarakat terhadap faham radikal seperti Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) turut serta menjaga persatuan dan kesatuan NKRI, ideologi Pancasila, dan berkontribusi menjaga kerukunan antar umat beragama.
"Kami memberi salut, menghormati, dan menghargai atas sikap yang jelas dari para imam masjid di Sulut dan Manado yang dengan tegas dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan NKRI," kata Menko Kesra saat menghadiri deklarasi penolakan ISIS oleh Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Persaudaraan Imam Masjid Sulawesi Utara di Masjid Raya Ahmad Yani, Jalan WR Supratman 10, Manado (Jumat, 29/8/2014).
Seperti dilansir laman Rakyat Merdeka Online, Menko Kesra menjelaskan, penolakan masyarakat atas keberadaan kelompok radikal sejalan dengan sikap pemerintah menangkal gerakan-gerakan yang menggunakan atribut agama tetapi bertentangan dengan nilai-nilai Islam.
"Karena dalam pergerakannya (ISIS) yang bersifat transnasional bisa mengganggu keutuhan suatu bangsa. Tepat sekali sebelum berkembang di Tanah Air, pemerintah dan masyarakat bersatu untuk melakukan pertahanan," tegas Menko Kesra.
Lebih jauh, tambahnya, Indonesia sebagai negara kepulauan memerlukan perekat kuat yang tumbuh secara sadar dari budaya masyarakatnya sendiri.
"Sebagai bangsa yang berbeda-beda kita hidup sebagai sebuah bangsa bukan sebagai negara agama. Saya mengapresiasi atas inisiatif dan keinginan yang ada untuk menjaga kerukunan umat beragama kita," kata Menko Kesra yang didampingi Gubernur Sulut H.S. Sarundayang. (Rmol/Gs).