Jakarta, 13 September - Sebanyak 78 desa yang tersebar di tujuh provinsi di Indonesia mengalami dampak kekeringan. Untuk itu Menko Kesra Agung Laksono meminta agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama dinas terkait menyalurkan bantuan berupa air bersih diwilayah kekeringan.
“Jangan sampai kekeringan berdampak pada menurunnya kualitas hidup masyarakat,” kata Menko Kesra Jumat (12/9/2014).
Diakui kekeringan pada musim kemarau 2014 sebenarnya tidak separah tahun sebelumnya. Namun tetap saja terdapat daerah-daerah yang mengalami kekeringan parah sehingga persediaan air bersih berkurang. Berdasarkan data Kementerian Pertanian tercatat 129 ribu hektar lahan mengalami kekeringan dan 9 ribu hektar mengalami gagal panen atau puso.
Seperti dilansir laman Poskota news, adapun tujuh propinsi yang mengalami kekeringan adalah yakni Jawa Timur, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, serta Sulawesi Utara. Kekeringan tersebut terpusat pada 78 desa di 148 kecamatan, tersebar di 23 Kabupaten.
Menurut Menko Kesra, kemarau 2014 diperkirakan akan berakhir pada Oktober. Ini berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang mendeteksi kemungkinan adanya kenaikan curah hujan pada Oktober.
“Bulan depan sudah ada hujan meski intensitasnya belum tinggi,” kata Menko Kesra.
Rata-rata curah hujan pada Oktober diperkirakan mencapai level menengah (101-300 mm). BMKG juga tidak menemukan gejala el nino.
Meski kemarau diperkirakan akan segera berakhir, Agung mengaku pemerintah sudah memetakan sumber air untuk wilayah yang kekeringan, dan bersinergi dengan Kementerian Pertanian untuk membuat rencana aksi. Diantaranya akan melakukan pembangunan sistem irigasi, waduk, dan sumber daya air di wilayah-wilayah kekeringan. (Pk/Gs)