Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on September 15, 2014

Jakarta, 15 September  - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), memperkirakan dampak El Nino yang saat ini melanda sejumlah daerah di Tanah Air diperkirakan akan berlangsung hingga Desember 2014.

"Paling kurang tiga bulan ke depan terhitung Agustus 2014 fenomena El Nino yang menyebabkan terjadiya kekeringan di sejumlah daerah dan mendera tanaman petani lahan kering dan lahan basah," kata Kepala Klimatologi Stasiun Lasiana BMKG Kupang, Jui Setiayanto, di Kupang, Sabtu (13/9/2014).

Meskipun demikian, ia mengemukakan, dampak fenomena itu karena adanya kenaikan suhu muka laut di Samudera Pasifik yang memengaruhi pembentukan awan hujan atau El Nino terhadap sektor pertanian belum terlalu berpengaruh signifikan hingga saat ini dan dapat diminimalisir.

"Prakiraan dari kami (BMKG) El Nino kali ini masih lemah, sehingga belum berpengaruh terhadap sektor pertanian," katanya, seperti dilansir laman Antara news.com..

Ia mengatakan, fenomena El Nino memberikan pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap sektor pertanian, baik tanaman padi maupun hortikultura.

"Pengaruh langsung yang akan terjadi terhadap sektor pertanian terutama padi adalah turunya produktifitas akibat kekeringan dan naiknya suhu," katanya.

Pengaruh langsung lainnya, dikemukakannya, adalah turunnya indeks penanaman yang berdampak pada produktivitas baik padi maupun tanamna hortikultura.

Pengaruh tidak langsung dari El Nino, menurut dia, adalah timbulnya wabah hama dan penyakit, salah satunya blast dan wereng coklat.

"Hama dan penyakit ini timbul karena kekurangan air, akibat kemarau yang lebih panjang atau terlambatnya musim penghujan," katanya menambahkan.

Asap Ganggu Kenyamanan Warga Palembang Berolahraga

Sementara itu, kabut asap yang menyelimuti udara Kota Palembang sejak beberapa pekan terakhir semakin pekat dan mulai mengganggu kenyamanan warga kota setempat yang berolahraga di kawasan hari bebas kendaraan bermotor atau "car free day".

Pantauan di kawasan car free day (CFD) Kambang Iwak Palembang, Minggu, tampak warga kota yang biasa melakukan olahraga dan berkumpul bersama keluarga menikmati kawasan itu merasa kurang nyaman karena harus menggunakan masker atau sapu tangan dan alat lainnya untuk menutupi hidung agar tidak terhirup asap sisa kebakaran hutan dan lahan kiriman dari sejumlah daerah wilayah Sumatera Selatan.

Meskipun ada kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan yang mengganggu kenyamanan beraktivitas pada puncak musim kemarau September 2014 ini, kawasan CFD tampak tetap ramai dikunjungi warga Palembang yang sudah terbiasa melakukan aktivitas bersama teman-teman dan keluarga di kawasan itu pada setiap akhir pekan.

Pengunjung kawasan CFD yang terdiri atas remaja dan orang dewasa itu berupaya tetap berolahraga, bermain sepeda, serta bersantai bersama keluarga sambil menikmati jajanan yang digelar pedagang keliling di sekitar taman kolam ikan yang berada di depan rumah dinas Wali Kota Palembang itu, meskipun udara di kawasan itu tercemar kabut asap.

Warga kota tampak ceria menikmati suasana CFD yang hanya ada pada setiap akhir pekan itu walaupun udaranya tidak sesegar pada hari biasanya.

Salah seorag warga Hendri mengatakan, kawasan yang ditetapkan Pemerintah Kota Palembang sebagai daerah terlarang dilalui kendaraan bermotor mulai pukul 06.00-10.00 WIB setiap akhir pekan itu, menjadi tempat pavoritnya bersama teman-teman yang selama lima hari penuh bekerja di kantor.

Kawasan CFD ini selain sebagai tempat yang aman untuk berolahraga lari pagi dan bermain sepeda, juga menjadi ajang mempererat tali silaturahim karena banyak teman-teman dari berbagai perusahaan dan instansi pemerintah juga berkumpul di tempat ini.

"Kesempatan berolahraga dan berkumpul di kawasan hari bebas kendaraan bermotor ini hampir tidak pernah dilewatkan, jika tidak ada kegiatan ke luar kota atau undangan pesta pernikahan pada setiap hari Minggu saya gunakan hari libur akhir pekan berolahraga ke kawasan CFD Kambang Iwak ini," ujarnya.

Sebelumnya pejabat Humas Pemerintah Kota Palembang Adi Zahri mengatakan, pihaknya berupaya mendorong warga kota mengurangi ketergantungan dengan kendaraan bermotor, dengan secara bertahap mengembangkan kawasan tertentu sebagai daerah "car free day".

Sekarang in kawasan CFD telah dikembangkan ke Jalan Jenderal Sudirman mulai dari Bundaran Air Mancur Masjid Agung Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II Palembang hingga depan Pasar Tradisional Cinde.

Penetapan kawasan tersebut disambut baik warga kota ini, terbukti kawasan CFD yang ditetapkan pada Sabtu dan Minggu, pukul 06.00-10.00 WIB, dipatuhi warga kota dan menjadi tempat pilihan utama menikmati hari libur akhir pekan bersama kerabat dan keluarga, kata Adi. (Ant/Gs)