Lombok (16/9) -- Direktur Unicef untuk Indonesia, Mark Lucet, memberikan sambutan usai pembukaan Pertemuan Regional Koordinasi Kebijakan Pengembangan PAUD-HI se-Provinsi NTB dan NTT di Lombok, NTB, selasa sore (15/9). (humas/IN)
"Dengan adanya Undang-undang tentang Desa, maka upaya mewujudkan 'Satu Desa, Satu PAUD' akan jadi semakin jelas. Regulasi ini tentu akan dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan semua itu," kata Lucet dalam sambutannya. Sementara Deputi VI Kemenko Kesra, Ina Hernawati dalam sambutannya menegaskan kembali manfaat pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di tanah air.
"PAUD yang sudah ada memang masih perlu banyak pembenahan, mulai dari infrastruktur, kualitas, hingga tenaga pengajarnya. Akan sangat baik pula bila dalam perjalanannya, PAUD ini dikembangkan secara holistik dan integratif. selain itu, jejaring yang dibangun juga perlu melibatkan peran dunia usaha agar pengembangan PAUD-HI ini masuk dalam program tanggung jawab korporasi mereka," kata Ina lagi.
Turut hadir dan jadi nara sumber dalam pembukaan pertemuan regional itu antara lain Deputi VI Kemenko Kesra bidang Koordinasi Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Anak, Ina Hernawati; Asisten 3 Sekda Provinsi NTB, Lalu Syafei; Plt Deputi III bidang Koordinasi Kesehatan, Kependudukan dan KB, TB Rachmat Sentika; dan Perwakilan Unicef, Widodo. Hadir pula para SKPD se-provinsi NTB dan NTT yang terlihat antusias mengikuti diskusi tentang pengembangan Pengembangan Anak Usia Dini-Holistik Integratif (PAUD-HI). Diskusi sesi berikutnya menghadirkan nara sumber dari Asdep pada Kedeputian IV untuk urusan dikdas, dikmas, dan PAUDNI, Femmy Eka Kartika Putri; dan Kasubdit pada Dirjen PMD Kemendagri, Eppy Lugiarti. Acara berlanjut dengan kunjungan lapangan keesokan harinya ke PAUD 'Anak Ceria' di Lombok Tengah dan PAUD lainnya di sekitar Lombok. (humas/IN)
Kategori: