Jakarta, 6 Januari - Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta belum dapat memastikan Kartu Menuju Sejahtera (KMS) 2015 dapat selesai cetak akhir Januari.
"Proses cetak belum dapat selesai pada akhir Januari ini," ujar Kepala Seksi Strategi Penanganan Masalah Sosial Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Esti Setiarsih, Senin (5/1/2015).
Hal itu disebabkan adanya proses yang cukup panjang pada tahapan memasukkan data per nama dan per alamat penerima KMS. Di mana, kartu harus diisi nama kepala keluarga dan seluruh anggota keluarga.
"KMS dapat dimanfaatkan untuk mengakses berbagai bantuan dari pemerintah. Antara lain jaminan pendidikan, kesehatan, santunan kematian serta diprioritaskan untuk memperoleh bantuan program pengentasan kemiskinan," ujar Esti.
Pada 2015, dikatakan Esti, seperti dilansir laman Tribun News, terdapat 18.881 Kepala Keluarga (KK) tercatat sebagai penerima KMS. Jumlah tersebut yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan Wali Kota No.433/2014 yang ditandatangani oleh Wali Kota Yogya Haryadi Suyuti pada akhir Desember 2014.
Rincian penerima yakni 12.867 KK rentan miskin, 5.983 KK miskin, dan 31 KK kategori fakir miskin.
"Jumlah penerima KMS mengalami penurunan dibanding pada 2014 sejumlah 20.481 KK. Yang rinciannya 12.867 KK rentan miskin, 9.365 warga miskin, 209 fakir miskin," terang Esti.
Pada penerima tahun ini, lanjut Esti, ada 4.021 KK penerima KMS 2014 yang sudah tidak lagi menerima KMS 2015. Bahkan, jumlah warga rentan miskin meningkat, berkat beragam kegiatan pemberdayaan masyarakat yang digelar oleh Dinsosnakertrans.
Namun, imbuh Esti, ada 2.421 penerima KMS baru. Warga yang menjadi penerima baru tersebut berasal dari usulan wilayah.
"Pada 2015, ada 4.962 KK diusulkan untuk menjadi penerima KMS, namun hanya 50% usulan yang kemudian ditetapkan sebagai penerima," ucapnya. (Tn/Gs)