Jakarta, 9 Oktober - Sekitar 1,3 juta atau 18 persen dari penduduk Sumatera Selatan masuk dalam kategori miskin. Kemiskinan di Sumatera Selatan ini dianggap tidak lepas dari permasalahan pengangguran yang masih menjadi masalah serius pemerintah daerah.
Data yang dimiliki Pemprov Sumsel menyebutkan konsentrasi pengangguran berada dipinggiran wilayah perkotaan dan hampir merata di seluruh wilayah pedesaan.
Sekretaris Daerah Sumatera Selatan, Mukti Sulaiman kepada RRI mengatakan, kemiskinan di Sumsel lebih disebabkan oleh masih minimnya akses infrastruktur dan budaya masyarakat yg belum berkembang. Seperti sebagian masyarakat yang masih enggan untuk bersekolah atau masih buruknya budaya kerja pada suatu wilayah.
"Kemiskinan itu banyak sebab. Mungkin akses jalan belum sampai kesana atau budaya tidak mau sekolah. Budaya kerja yang jelek juga, misalnya ada suatu daerah yang bekerja hanya kaum perempuan saja laki-lakinya hanya minum kopi saja atau nongkrong. Ini kan menyebabkan kemiskinan," ungkap Mukti saat ditemui usai membuka Rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Klaster I, Rabu (8/10/2014) di Palembang.
Dalam jangka pendek, Pemprov Sumsel akan menggalang dana bantuan dari seluruh dinas, biro dan badan di lingkungan Pemprov untuk menanggulangi masalah kemiskinan. Bantuan ini terdiri dari berbagai macam bentuk seperti pemasangan instalasi listrik, renovasi rumah, beasiswa, layanan kesehatan dan raskin. (Kbrn/Gs)