Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on December 24, 2014

Jakarta, 24 Desember - Memasuki masa tanggap darurat bencana hari pertama, Selasa (23/12/2014), banjir di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terus meluas. Ketinggian air juga terus naik. Pengungsi pun masih terus bertambah.

"Kemarin yang banjir parah itu Bojongsoang, Dayeuhkolot, dan Baleendah. Nah sekarang di Katapang, Kutawaringin, dan beberapa lokasi juga sudah mulai tergenang," ujar Marlan, Ketua Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Selasa (23/12/2014).

"Terakhir saya mendata, rumah yang terendam mencapai 36.000 unit dengan jumlah pengungsi 5.300 (orang). Kemungkinan hari ini terus bertambah. Karena kebetulan hari ini saya ada di lapangan, jadi tidak terlalu memantau data," imbuh Marlan.

Terkait masih terus bertambahnya ketinggian banjir, Marlan seperti dilansir laman Kompas.com, menyebutkan intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung lama sebagai penyebabnya. Dia pun mengaku mendapat informasi bahwa permukaan air di Sungai Cisangkuy juga terus naik.

"Kalau air di sungai terus meningkat, secara tidak langsung akan membuat ketinggian air banjir terus bertambah," ujar Marlan. Menurut dia, banjir kali ini merupakan yang terburuk sejak 2010.

Camat Dayeuhkolot Eef Syarif mengakui pula bahwa banjir di penghujung 2014 ini parah. Rujukan yang dipakai Eef, setinggi-tingginya banjir menggenangi wilayahnya, hal itu tak sampai memunculkan genangan di depan kantornya.

Namun, kali ini, genangan pun terlihat di depan kantor kecamatan tersebut. Berdasarkan pantauan Kompas.com, tinggi genangan air di depan kantor ini sekitar 30 sentimeter, sementara ketinggian genangan di permukiman warga adalah 1-2 meter