Jakarta, 29 Desember - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Said Rasul, mengatakan daerahnya masih dalam status siaga banjir hingga Januari 2015.
"Saat ini hingga Januari tahun depan, daerah kita masih dalam status siaga banjir," katanya disela-sela mendampingi Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf meninjau sejumlah lokasi pengungsi korban banjir di Aceh Utara, Minggu (28/12/2014).
Untuk itu, kata dia, Pemerintah Aceh melalui BPBA seperti dilansir laman Antaranews, terus melakukan koordinasi dengan kabupaten dan kota guna mengetahui berbagai perkembangan terkait dengan bencana banjir dan tanah longsor.
Banjir bandang melanda 25 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara sejak beberapa hari terakhir menyebabkan hampir 100 ribu penduduk mengungsi dikarenakan air merendam pemukiman warga dengan ketinggian antara satu hingga dua meter.
Wagub Aceh Muzakir Manaf menyerahkan bantuan tanggap darurat sebesar Rp 200 juta kepada para korban bencana banjir Kota Lhokseumawe.
Muzakir Manaf menyatakan pemerintah prihatin terjadinya banjir yang terjadi hampir seluruh desa di sejumlah kabupaten dan kota di pesisir timur provinsi berpenduduk sekitar 4,5 juta jiwa tersebut.
"Saya berharap agar para korban tetap bersabar dan selalu berprasangka baik terhadap cobaan yang diberikan oleh Allah SWT," katanya menjelaskan.
Ia juga menjelaskan, bencana alam banjir akhir tahun 2014 tidak hanya di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, tapi juga terjadi di beberapa wilayah seperti di Aceh Tamiang hingga ke Aceh Singkil.
Dijelaskan, Pemerintah Aceh tetap akan membantu korban banjir namun mekanismenya yakni akan dilakukan pendataan dengan harapan nantinya bantuan benar-benar tepat sasaran.
"Pemerintah Aceh melalui BPBA terus berkoordinasi dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota terdampak bencana, guna melakukan analisis dan mengambil langkah tepat penanganan bencana di tiap-tiap daerah," kata Wagub Muzakir Manaf.
Rumah warga Gunung Kidul tertimbun longsor
Sementara itu, rumah warga di Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tertimbun tanah longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah ini dari Sabtu (27/12/2014) hingga Minggu (28/12/2014).
Sebuah rumah milik Sudaryanto (55) tertimbun tanah akibat pekarangan di atasnya milik Martani (56) di Dusun Pace A RT 01 RW 02 Desa Hargomulyo Kecamatan Gedangsari, longsor.
Meski dalam musibah ini tidak ada korban jiwa, tetapi bagian belakang rumah korban yang berdinding bambu atau gedek ini hancur.
"Kejadian ini berawal hujan deras yang mengguyur Desa Hargomulyo, sejak Sabtu (27/12) sore. Hujan hampir semalam tidak henti. Tiba-tiba pagi hari sekitar 05.00 WIB, tanah pekarangan milik Martani, yang kebetulan posisinya di atas,longsor dan menimpa rumah saya ini," kata Sudaryanto di Gunung Kidul.
Meski pagi itu keluarganya masih tidur, tetapi dengan kejadian itu, langsung terbangun dan lari keluar rumah.
"Saya kira ada gempa, karena rumah sempat bergoyang karena bagian belakang dapur tertimbun longsor," katanya.
Untuk menghindari akibat yang lebih parah, jika terjadi hujan susulan, maka puluhan masyarakat setempat, langsung kerja bakti menyingkirkan longsoran tanah bercampur batu yang menimpa rumah Sudaryanto.
Secara terpisah Kades Hargomulyo Kecamatan Gedangsari, Sumaryanto mengatakan salah satu desa di Kecamatan Gedangsari yang rawan terjadinya bencana tanah longsor.
"Berbagai sosialisasi agar warga meningkatkan kewaspadaan. Sudah berulang kali kami lakukan. Banyak warga yang berada di wilayah rawan longsor, harus pindah. Namun mereka enggan mengungsi karena pada umumnya tidak punya lahan yang lain. Tanah yang ditempati, hanya satu-satunya dan itu peninggalan nenek moyangnya. Hal Ini yang menjadi hambatan mereka pindah pada daerah aman," kata Sumaryanto.
Kepala Pelaksana BPBD Gunung Kidul Budhi Harjo ketika dikonfirmasi mengaku sudah mendatangi lokasi kejadian. "Bahkan kita juga sudah membantu logistik bagi korban dan warga yang kerja bakti. Saking banyaknya material longsoran, diperkirakan tidak selesai dikerjakan satu hari. Tetapi kita sudah menyiapkan bantuan untuk mereka yang gotong royong itu," katanya.(Ant/Gs).