Jakarta, 7 Juli - Otoritas pemerintah Aceh mengatakan,kotaSabang dan Banda Aceh dijadikan lokasi konferensi yang akan membahas kemitraan ketiga negara di berbagai sektor strategis, terutama terkait pertumbuhan ekonomi dan investasi berkelanjutan.
Kepala Badan Investasi dan Promosi Aceh H Iskandar yang dilansir dari VOA Sabtu (5/7/2014) mengatakan dengan dukungan pemerintah pusat dan sejumlah mitra luar negeri, panitia Aceh menyatakan cukup siap untuk menyelenggarakan acara berskala internasional itu.
Iskandar mengatakan, percepatan pertumbuhan ekonomi dan investasi menjadi salah satu pembahasan kunci dari pertemuan regional ketiga negara, sebagaimana dilansir laman Tribun News.Com.
Awal September mendatang konferensi IMT-GT dijadwalkan digelar di Aceh, tambah Iskandar.Parapejabat dan pelaku bisnis kunci dari ketiga negara dijadwalkan akan hadir dalam konferensi IMT-GT di Aceh.
Analis mengatakan, momentum konferensi dinilai dapat menjadi pentas bagi pemerintah Aceh untuk mendorong dan menumbuhkan iklim investasi yang lebih kondusif dalam memperkuat pengembangan sektor ekonomi, terutama bidang agro industri, pariwisata, infrastruktur, energi dan sumberdaya manusia (pendidikan).
Politisi muda Aceh Bardan Sahidi menyorot khusus kemitraan strategis ketiga negara untuk meningkatkan investasi teknologi utamanya bidang pertanian perkebunan dan industri kreatif di Aceh
Otoritas pemerintah Aceh berharap, konferensi dapat memfasilitasi dan meningkatkan perdagangan kawasan di ketiga negara, Indonesia-Malaysia, danThailand.
Beberapa analis mengatakan, kemitraan ketiga negara melalui forum IMT-GT dinilai mampu mengatasi masalah-masalah, yang terkait erat dengan ketenagakerjaan, dan berbagai komitmen dibidang ekonomi dan investasi.
Pejabat Dinas Pariwsata Aceh Hasnanda Putra mengatakan, kemitraan bidang pariwisata yang sudah dirintis dengan baik, selama ini dengan pihakMalaysia.
Forum kemitraan pertumbuhan kawasanIndonesia,MalaysiadanThailand(IMT-GT) melibatkan 10 provinsi di Sumatera, delapan negara bagian di Malaysia dan 14 propinsi diThailand.
Beberapa praktisi bisnis mengatakan untuk lebih bangkit secara ekonomi dan mewujudkan investasi yang berbasis keadilan dan saling menguntungkan, beberapa propinsi di Sumatera perlu lebih mewujudkan menejemen pemerintahan yang bersih dan transparan terhadap dunia usaha, baik lokal, regional maupun pebisnis global.
Investasi dengan peroleh devisa terbesar di Sumatera, khususnya Aceh sampai saat ini masih didominasi oleh sektor pertambangan, minyak dan gas, menyusul perkebunan dan berbagai investasi sektor perdagangan ekspor impor.(Tn/Gs).
Kategori: