Jakarta, 25 September - Pembakaran lahan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) yang menyebabkan kabut asap tebal di Kota Palembang. Gangguan ini terjadi dalam sebulan terakhir.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, ada lima Kabupaten/Kota Sumsel yang menjadi titik rawan kebakaran lahan.
Seperti dilansir situs Vivanews., Kepala BPBD Sumsel, Yulizardinoto, menyebutkan kelima tempat tersebut Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Kota Palembang.
"Kelima tempat itu banyak warga yang membuka lahan dengan cara dibakar. Selain itu di sana juga tempat di mana banyak terletak lahan gambut yang sangat sulit dipadamkan," Kata Yulizar, Rabu 24 September 2014.
Yulizar mengatakan, dari satelit Terra Modis sejak kemarin terpantau 12 titik panas di wilayah kabupaten Ogan Komering Ilir, tepatnya di Desa Cengal dan Tulung Selapan.
"Proses water bombing dengan dua helikopter masih kami lakukan sejak pagi tadi hingga sore ini. Karena lahan gambut yang dibakar, proses pemadaman menjadi sulit sehingga harus dibantu melalui jalur darat," kata dia.
Menurut Yulizar, tebalnya kabut asap hari ini yang melanda Palembang karena proses pemadaman di Ogan Komering Ilir sedang berlangsung, sehingga kepulan asap terjadi dan dibawa angin sampai Palembang.
"Karena posisi angin sekarang dari tenggara ke barat laut," kata Yulizar.
Gubernur Alex Noerdin Minta Dalang Pembakaran Hutan Dihukum Berat
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin geram dengan pembakaran hutan dan lahan yang terus terjadi di daerah ini. Terhadap para pelaku pembakaran, dia meminta diganjar hukuman penjara.
“Pelaku pelaku pembakaran hutan atau lahan di Sumatera Selatan harus ditangkap dan dihukum. Dalangnya yang menjadi pelaku intelektualnya juga harus ditangkap dan dihukum lebih berat lagi. Siapapun yang terbukti melanggar melakukan pembakaran harus diberi sanksi terutama perusahaan yang ikut terlibat didalamnya,” kata Gubernur Alex Noerdin, Rabu (24/9/2014).
Sedangkan Wakil Presiden Budiono yang melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Selatan, Selasa (23/9/2014) melakukan Rapat Koordinasi Terbatas tentang Kebakaran Hutan dan Lahan di Griya Agung, Palembang.
Pada rapat yang dihadiri Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Lingkungan Hidup para gubernur kepala daerah dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Wakil Presiden Budiono menginstruksikan penegakan hukum terhadap kasus pembakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi harus diberlakukan secara tegas, selain harus melakukan pencegahan dari masalah kebakaran itu.
Seperti dilansir situs Republika.co.id., Wapres Boediono menegaskan, “Kebakaran hutan yang terjadi di Pulau Sumatera dan Kalimantan harus segera diatasi karena mengancam kesehatan warga maupun keselamatan transportasi.”
Menurut Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan sangat luar biasa disamping soal kesehatan dan juga soal lingkungan.
“Kementerian Kehutanan bersama jajarannya di bawah terus melakukan berbagai upaya seperti preventif dan pastinya penegakan hukum dalam mengatasi kasus kebakaran hutan dan lahan ini.(Vn/Rol/Gs).