Mataram (10/4) – Guru harus memberikan inspirasi bagi para murid-muridnya. Demikian dikatakan Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Agus Sartono saat membuka rakor peningkatan kualitas guru di lingkungan Kementerian Agama di Mataram, Nusa Tenggara Barat rabu pagi ini.
Guru menurutnya merupakan elemen penting dalam dunia pendidikan. “Sekolah dan fasilitasnya bisa dibuat dengan megah, tapi jika guru yang ada tidak mampu menginspirasi anak didiknya maka akan percuma. Karena tugas seorang guru ialah membangun mimpi anak didiknya,” katanya. Dikisahkannya, bahwa dirinya sendiri sangat terinspirasi oleh orangtuanya yang menjadi guru. Karenanya ia memilih berprofesi menjadi seorang dosen. “Ayah saya yang seorang guru telah menginspirasi saya,” cetusnya.
Menjadi guru yang mampu menginspirasi sendiri, sebutnya, tidak mudah. Dibutuhkan ketelatenan dan passion bagi seorang guru. “Tugas seorang guru tidak hanya membuat cerdas anak didiknya, lebih dari itu harus membentuk karakter,” ujarnya. Diakuinya, semenjak UU Sertifikasi Guru berlaku kadang membentuk pengajar menjadi lebih transaksional. Hal itu menurutnya harus dihindari. Padahal semangat UU Sertifikasi Guru ialah membuat para guru menjadi lebih bermartabat. “Dengan adanya tunjangan, guru akan mendapatkan penghasilan yang cukup. Memang tidak membuat kita kaya, tapi Insha Allah cukup,” tegasnya.
Diingatkannya pula, bahwa pendidikan sesungguhnya juga tidak hanya tugas guru. “Sekolah dan madrasah hanya salah satu jenis pendidikan formal,” terangnya. Diluar itu, menurutnya, pendidikan dapat diperoleh dari lingkungan masyarakat dan keluarga, Agus meminta agar para guru menyuarakan bahwa tugas mendidik juga harus diemban oleh orangtua. Jadi, orangtua dan kita semua harus menjadi guru di lingkungannya masing-masing. “Kita harus menyemai nilai-nilai kebaikan di lingkungan keluarga dan masyarakat,” pungkasnya.
Terkait rakor peningkatan kualitas guru di lingkungan Kemenag ini, Agus berharap mampu memberikan masukan dan solusi terhadap upaya pemerintah meningkatkan kualitas guru. Rakor ini sendiri diikuti stakeholder pendidikan di lingkungan Kemenag wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kategori:
