Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on August 03, 2014

Jakarta, 3 Agustus  - Maskapai penerbangan asal Uni Emirat Arab, Emirates Airlines, telah menunda jadwal penerbangan ke Guinea, salah satu negara Afrika barat yang terkena wabah mematikan, virus Ebola.

Dalam pernyataan yang dirilis situs resmi maskapai, semua penerbangan ke Guinea  akan dihentikan mulai hari ini, Sabtu (2/8/2014), sampai pemberitahuan lebih lanjut.

"Keselamatan penumpang dan awak merupakan prioritas tertinggi, dan tidak akan terganggu," kata pernyataan resmi tersebut, seperti dilansir laman Berita Satu.Com.

Wabah Ebola, diketahui dimulai di Guinea dan telah menyebar ke Liberia dan Sierra Leone. Virus mematikan ini, telah menewaskan lebih dari 700 orang, sehingga dianggap sebagai penyakit paling mematikan, sejak virus itu ditemukan hampir 40 tahun lalu.

Asosiasi penerbangan internasional IATA mengatakan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan atau penutupan perbatasan karena wabah, dan akan menjadi risiko bagi penumpang lain jika orang yang terinfeksi ikut terbang.

Selain itu, beberapa operator maskapai pan-Afrika telah menangguhkan operasi untuk Liberia dan Sierra Leone, di mana Emirates tidak terbang.

Sierra Leone sebelumnya telah mengumumkan keadaan darurat dan menugaskan tentara untuk mengisolasi korban Ebola.

 Untuk Kali Pertama, Virus Ebola Memasuki AS

Sementara itu laman Kompas memberitakan bahwa untuk kali pertama virus penyakit mematikan ebola masuk ke wilayah Amerika Serikat, ketika sebuah pesawat jet pribadi yang membawa pulang salah seorang sukarelawan AS yang terinfeksi penyakit ini mendarat di Atlanta, Georgia, Sabtu (2/2/2014).

Pesawat jet yang dirancang khusus itu membawa Kent Brantly, seorang dokter yang bekerja merawat pasien ebola di Liberia. Pesawat jet itu tiba di Pangkalan Udara Dobbins di luar kota Atlanta.

Rekaman gambar yang diambil kru televisi dari jarak jauh memperlihatkan pesawat jet tersebut ditarik memasuki hangar yang di dalamnya sudah siaga sebuah ambulans dan beberapa mobil lainnya.

Konvoi ambulans dan sejumlah mobil itu kemudian terlihat melaju menuju ke RS Universitas Emory Atlanta untuk menempatkan pasien di ruang isolasi. Perjalanan konvoi ambulans menuju rumah sakit itu disiarkan langsung sejumlah stasiun televisi.

Kent Brantly dan misionaris Nancy Writebol dikabarkan dalam kondisi serius namun stabil setelah terinfeksi virus penyakit yang hingga kini belum ditemukan obatnya itu.

Kedua warga AS itu diketahui ikut membantu upaya memerangi wabah ebola terburuk di Afrika barat yang sejak Maret lalu sudah mengakibatkan lebih dari 700 orang meninggal dunia.

Brantly dan Writebol akan dirawat di unit isolasi RS Emory, yang pernah digunakan untuk merawat penderita SARS pada 2013 saat penyakit itu menjadi epidemi.

Ini adalah kali pertama pasien ebola dirawat di wilayah Amerika Serikat. Fakta ini membuat sebagian orang khawatir, bahkan taipan Donald Trump mengatakan kedua pasien ebola itu seharusnya tidak diperkenankan kembali ke AS.(Bs/Kc/Gs).