Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on August 12, 2014

Jakarta, 12 Agustus  - Sejumlah orang tua murid mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kota Bandung, Jalan Ahmad Yani, Bandung, Senin (11/8/2014). Mereka datang untuk mempertanyakan nasib anak-anak mereka yang belum bersekolah.

Para orang tua ini datang sejak pagi membawa serta anak-anak mereka dengan menggunakan seragam. Menurut penuturan salah satu orang tua murid, Rini Purwaty (46), pada saat kedatangan puluhan orang tua murid ke kantor Disdik itu sempat terjadi ketegangan. Beberapa anak yang berpakaian seragam merah putih pun sempat menangis melihat ketegangan itu.

Rini, yang termasuk ke dalam puluhan orang tua murid, pun mengatakan, hingga Senin (11/8/2014) anaknya masih belum mendapatkan sekolah. Awalnya, anaknya akan mendaftar ke SMPN 14 Bandung.

Namun ia tidak mengetahui perihal besaran NEM untuk masuk ke SMPN itu sehingga ia mendaftarkan anaknya ke SMPN 27.

"Tahunya di SMPN 27 tidak diterima. Pas tahu di SMP 14 NEM-nya 20,5. Anak saya 23,41, tetapi pas daftar tidak bisa katanya," ujar Rini kepada Tribun saat ditemui di kantor Dinas Pendidikan, Senin (11/8/2014).

Selain itu, ia pun kecewa terhadap sistem rayonisasi yang diterapkan Pemerintah Kota Bandung. Perempuan yang tinggal di Jalan Katamso ini tidak mengerti anaknya tetap tidak diterima di SMPN 14, padahal SMPN tersebut berada satu rayon dengan kawasan rumahnya.

"Saya juga heran rumah deket sama sekolahnya, jalan juga bisa, tetapi tetep gak diterima. Alasannya penuh," ujarnya.

Kedatangan Rini dan puluhan orang tua murid ini dimaksudkan untuk menagih janji kepada Disdik yang akan menyelesaikan perihal tidak ditampungnya anak-anak itu di sekolah tersebut.

"Janjinya hari ini mau ditelepon, tapi mana, tidak ada. Tadi juga ada yang bilang dari disdiknya suruh tunggu seminggu lagi, tapi saya tidak mau," ujar Rini, seraya mengatakan akan tetap menunggu keputusan kemarin.

Hal senada diungkapkan Casyati (37), yang mengatakan anaknya tidak bisa sekolah karena tidak diterima di SMPN 37, padahal sekolah tersebut dekat dengan kediamannya di Babakan Sari, Kiaracondong.

"Pakai jalur prestasi pun gak bisa, katanya sama saja kaya jalur umum masuknya. Terus katanya prestasinya harus sekotamadya," ujar Casyati.

Ia pun tidak mengerti dengan sistem pendaftaran peserta didik baru secara online. Menurut dia, sistem seperti ini memberatkan setiap orang tua murid untuk mendaftarkan anaknya sekolah.

"Bikin ribet, sayanya gak ngerti. Tidak berat kalau mengerti, tapi saya tidak mengerti, jadi berat ke sayanya," ujarnya.

Setelah mendatangi kantor Disdik Bandung, para orang tua murid ini pun masih duduk di pelataran kantor. Mereka masih akan tetap menunggu keputusan pihak Disdik tentang nasib anak-anak mereka.

Minta Anak yang Belum Dapat Sekolah Bersabar

Sementara itu,  Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana mengatakan perlu waktu untuk memproses hal ini. Menurut dia, Disdik tengah melakukan proses verifikasi terhadap siswa yang belum memiliki sekolah.

"Teman-teman sedang bekerja memverifikasi ini, makanya ini butuh waktu, jadi tolong sabar dulu. Kalau untuk bertanya, silakan saja, kami membuka diri," ujarnya kepada Tribun saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (11/8/2014).

Elih mengatakan, jika ke depannya tidak menemui titik terang, pihak Disdik akan menyerahkan kepada sekolah masing-masing untuk memproses anak-anak yang akan masuk ke sekolah.

"Ya, nanti diproses sama sekolahnya saja, apakah kapasitasnya masih ada atau tidak, tapi tetap sesuai instruksi Pak Wali," katanya. (Tn/Gs)