Jakarta (11/07) – Dalam mewujudkan Kabupaten Nagekeo yang sejahtera, nyaman dan bermartabat melalui pembangunan sektor pertanian dan pariwisata, pagi ini, Staf Ahli Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif dan Ketenagakerjaan Kemenko PMK, Aris Dharmansyah, didampingi oleh Asisten Deputi Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Masyarakat, Femmy Eka Kartika Putri, mengadakan rakor lintas K/L terkait dalam rangka mendukung festival literasi Nagekeo 2019, di ruang rapat lantai 7 Kemenko PMK, Jakarta. Dalam rakor ini dihadiri oleh Bupati Nagekeo,Johanes Don Bosco Do, yang sekaligus memberikan paparan dan mengenalkan Kabupaten Nagekeo.
Dalam sambutanya, Aris menginginkan K/L bersama sama mendukung kegiatan festival literasi di kabupaten Nagekeo tahun 2019. Nagekeo merupakan kabupaten baru yang dibentuk pada tahun 2007 yang berada di Provinsi di NTT tepatnya sudah 12 tahun berdiri, tetapi sudah bisa menyelenggarakan festival budaya di Nagekeo yang rencananya akan diadakan setiap tahun.
“ kita harus dukung bersama-sama kegiatan ini, karena literasi tidak selalu berhubungan dengan perpustakaan tetapi juga berhubungan dengan hal-hal yang ada di bawah koordinasi Kemenko PMK, misalnya budaya, pemuda,Perempuan, anak-anak dan pendidikan “ Tambah Aris.
Saat ini, Nagekeo mempunyai jumlah penduduk sebanyak 146.066 jiwa, luas wilayah 1.416,96 km2 dan terdapat 7 kecamatan, 97 desa dan 16 kelurahan. Nagekeo mempunyai masalah di bidang pembangunan sektor ekonomi, diantaranya produksi biaya yang tinggi dan efisiensi usaha tani, belum berkembangnya teknologi pasca panen dan pengolahan, rendahnya akses permodalan, minimnya sarana dan prasarana, rendahnya SDM pelaku dan kesadaran masyarakat, buruknya UMKM, UKM, IKM dan Koperasi, belum adanya Bandar udara dan waduk, infrastruktur kota yang belum memadai, serta masih banyaknya rumah yang tidak layak huni.
Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, dalam pemaparanya menginginkan Nagekeo bisa menjadi kota yang cukup pangan, sandang dan rumah layak huni dengan sanitasi yang baik serta memiliki pendapatan untuk menghidupi keluarganya secara layak, serta masyarakat nagekeo yang sehat jiwa dan raga, akses pelayanan kesehatan yang lebih baik. Untuk itu, Bupati Nagekeo menginginkan komitmen dan perhatian dari pemerintah pusat untuk membangun kabupaten Nagekeo bisa lebih maju dari segala aspek.
“ Bagi kami Masyarakat Nagekeo, pilihan festival literasi ini sekaligus menggugah masyarakat untuk bisa menyaring semua informasi yang masuk serta fasilitas untuk belajar dan berbagi. Dan melalui festival literasi ini kita menginginkan seluruh bidang kehidupan mendapatkan pencerahan, perhatian dari semua stake holder terutama K/L yang ada di pusat untuk bisa memberi kami perspektif baru bagaimana mengembangkan potensi kami terutama di bidang pariwisata, Budaya, pendidikan “ Lanjut Johannes.
Di akhir paparanya, Johannes menjelaskan bahwa masyarakat Nagekeo sebenarnya sudah memilki nalar dan kaarifan lokal untuk memcara aksara yang unik, alur berpikir, proses kognitif dan cara yang berbeda dalam memahami dan menyelesaikan persoalan hidupnya. Hal ini dengan adanya sistem kemasyarakatam, sistem peralatan hidup dan teknologi, religi dan kesenian. Selanjutnya, Masyarakat Nagekeo juga memiliki kekayaan praktik literasi yang mengakar pada sosialkultural dan jati dirinya. Hal ini dengan adanya ritual adat budaya, cerita rakyat, mitologi, seni music dan tari, serta permainan rakyat.
Kategori:
