Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on September 10, 2019

Foto : 

  • Puput Mutiara

Jakarta (10/9) -- Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Nyoman Shuida membuka Lokakarya Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional (PROT) Dalam Rangka Pembangunan Karakter Bangsa di Hotel Harris Vertu, Jakarta.

Lokakarya dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Dewan Kota Pusaka Denpasar, Kepala Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan Kemendikbud, Pakar PROT Mohamad Zaini Alif, serta para pejabat eselon 2 dan 3 dari Kemenko Maritim, Bappenas, Kemendagri, Kemendikbud, Kemenristekdikti, Kemenpora, KemenPPA, Kemenag, Kemenpar, Setkab, KSP, BPIP, BKKBN, serta komunitas dan organisasi dari Kwarnas Pramuka, Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Pusat, FORMI Kota Denpasar, Komunitas Olahraga Tradisional Indonesia (KOTI), kampoeng hompimpa, Komunitas Hong, Komunitas Lima Gundu, Komunitas Dolanan, Komunitas Sobat Budaya, traditional games returns, Play Plus Ina.
 
Nyoman Shuida dalam pembukaan menyampaikan unsur kebudayaan yang menjadi sasaran utama pemajuan kebudayaan disebut sebagai objek pemajuan kebudayaan. Undang-Undang No. 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Pasal 5 menyebutkan 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK), yang terdiri atas: tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.

"Upaya menyosialisasikan OPK terus dilakukan, namun hal itu bukan pekerjaan mudah karena kesadaran tentang budaya mulai terbawa arus globalisasi. Pemanfaatan OPK khususnya PROT menjadi sangat penting dan diperlukan guna membangun karakter generasi bangsa," tutur Nyoman.

Melalui kegiatan lokakarya itu, diharapkan, seluruh pihak akan menyepakati pemahaman, pandangan, maupun inisiatif implementasi pemanfaatan OPK PROT untuk membangun karakter di lingkungan pendidikan dan masyarakat.
 
Lokakarya juga diisi dengan sesi panel yang dipandu oleh Plt. Asisten Nilai dan Kreativitas Budaya Kemenko PMK R. Alfredo Sani F. Adapun narasumber yang memberikan materi yaitu Mohamad Zaini Alif, Anggota Dewan Kota Pusaka Bidang Kebudayaan Kadek Wahyudita, Arif Wijaya dari Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Tradisi, dan Kepala Pusat Analisis dan Sinkronisasi Kebijakan Kemendikbud Hendarman.

Selain itu, dilakukan juga diksusi untuk mengetahui pandangan pemerintah (K/L & Daerah) dan masyarakat (komunitas) tentang PROT sebagai salah satu instrumen pembangunan karakter bangsa. Terkahir, seluruh pihak menyepakati beberapa langkah strategis dan aksi nyata upaya pembangunan karakter melalui pemanfaatan PROT.

Reporter: 

  • Puput Mutiara