Subang (19/08) – Setelah sukses dengan Pelatihan Wirausaha Sosial Muda Indonesia pada akhir tahun lalu, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Inisiatif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) kembali menginisiasi program Pelatihan Kewirausahaan Sosial Wirabangsa tahun 2019 bagi wirausahawan-wirausahawan sosial muda Indonesia. Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama 21 hari ini dibuka oleh Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan, Kemenko PMK, Nyoman Shuida. Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta yang telah melalui proses seleksi, peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia dari 33 dengan latar belakang usaha yang berbeda-beda.
Adapun digelarnya kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan empat kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh seorang Wirabangsa, yaitu keteknisan, kejuangan, kerakyatan (pembangunan berbasis masyarakat), dan keikhlasan. Di samping itu, untuk mengarahkan pola pikir dan sudut pandang generasi muda sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental agar menjadi penggerak melalui kegiatan wirausaha sosial yang berkesadaran jiwa untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri.
Menurut Nyoman, sangat tepat jika para generasi muda sejak dini sudah mempersiapkan kapasitas dirinya melalui peningkatan pendidikan/pelatihan dan keterampilan serta berfikir kreatif dan memiliki jiwa usaha, tidak hanya bercita-cita menjadi pegawai atau mencari kerja namun dapat menciptakan lapangan baik untuk diri sendiri dan orang lain.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan wadah bagi wirausahawan sosial muda untuk saling berjejaring, berdiskusi, dan berkolaborasi untuk mengembangkan potensi-potensi desa dengan melibatkan masyarakat setempat sesuai dengan moto kegiatan ini yaitu “Kolaborasi untuk Negeri.” Kolaborasi ini harus terus dilakukan dengan pelibatan pemerintah daerah, dunia usaha, dunia pendidikan, serta masyarakat untuk keberlanjutan kegiatan ke depannya.
Diharapkan pula, rencana tindak lanjut ke depan terkait aksi nyata yang dibuat oleh peserta pasca pelatihan akan menjadi solusi dan tindakan preventif terkait masalah-masalah yang akan dihadapi Indonesia di masa depan. (sumber: Kedep V Kemenko PMK)
Kategori:
