Jakarta, 12 Januari - Pimpian Delegasi Myanmar Hla Kaing, (paling kanan) sedang memaparkan keberhasilan Myanmar menerapkan program pemberdayaan masyarakat kepada para peserta pertemuan yang terdiri atas pejabat di lingkungan Kedeputian VII Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenko PMK, perwakilan Bank Dunia, dan staf lainnya, Senin (12/1/2015) pagi di ruang rapat lantai 6, Gedung Kemenko PMK, Jl. Medan Merdeka Barta No.3, Jakarta.
Dalam paparan itu disebutkan, meskipun baru dua tahun terakhir menerapkan aneka program pemberdayaan masyarakat, Myanmar mengaku sudah banyak perkembangan menggembirakan bagi masyarakat mereka. Proyek dengan nama National Community Driven Development Project ini, sudah dijalankan sejak tahun 2013 dan direncanakan berakhir pada 2019 nanti. Adapun cycle 1 sudah dimulai sejak Oktober 2013 hingga Juli 2014 dengan total anggaran sebesar 1,56 miliar Myanmar Kyat (MMK).
Capaian yang sudah berhasil diraih adalah adanya kemudahan akses infrastruktur dan layanan publik bagi sekitar 225 ribu jiwa, perbaikan sarana air bersih, adanya kesetaraan pemberian upah antara pekerja laki-laki dengan perempuan, dan sebagainya. Proyek juga menjalankan kegiatan monitoring dan aneka pelatihan untuk para peserta sasaran program.
Dengan keberhasilan yang dinilai cukup menggembirakan karena sudah membangkitkan masyarakat Myanmar dari jerat kemiskinan, para delegasi yang hadir tersebut menyatakan ingin belajar lebih dalam lagi mengenai penerapan PNPM khususnya di daerah pascakonflik. Rencananya, esok hari (red. Selasa, 13/1/2015) delegasi yang berjumlah 10 orang ini akan bertolak ke Maluku Tengah untuk melihat langsung keberhasilan PNPM di wilayah yang beberapa tahun lalu dihantam konflik cukup parah. (IN/Gs)
