Jakarta (19/12)--- Menyertakan perempuan dalam proses pembangunan bukan sekedar kebijakan afirmatif, akan tetapi merupakan kesadaran atas penghargaan harkat dan martabat manusia. Saat ini perempuan telah banyak aktif dan mengambil peran yang strategis dalam setiap kegiatan pembangunan di segala bidang. Namun, perempuan juga masih menghadapi berbagai kendala yang dapat berasal dari kehidupan sosial, budaya, ekonomi, maupun politik. Oleh karena itulah, maka masih diperlukan berbagai upaya edukasi, sosialisasi, advokasi, dan fasilitasi dalam rangka memperkuat peran perempuan terutama dalam politik. Demikian penegasan Menko PMK, Puan Maharani, dalam sambutannya dalam rangka Peringatan Hari Ibu yang dilaksanakan oleh Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) bekerja sama dengan Kemenko PMK di aula utama lt.7 gedung Kemenko PMK, Jakarta, Rabu pagi.
Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Plt. Deputi bidang Koordinasi Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Ghafur Dharmaputra, Menko PMK mengungkapkan beberapa permasalahan yang dihadapi, mengapa keterwakilan perempuan di parlemen masih rendah, antara lain Pertama, partai politik masih mengalami keterbatasan dalam melakukan percepatan rekrutmen dan kaderisasi kaum perempuan di internalnya; Kedua, kaum perempuan sendiri belum siap keluar dari zona nyaman dan berkompetisi secara terbuka dalam dunia politik; dan Ketiga, kultur masyarakat belum sepenuhnya berpihak pada peningkatan peran kaum perempuan.
“Kendala tersebut harus diselesaikan oleh semua pihak secara gotong royong agar partisipasi perempuan dalam bidang politik bisa meningkat,” imbau Menko PMK. “Anggota dewan yang perempuan harus lebih berani menyuarakan gagasannya, khususnya terkait pemenuhan hak-hak perempuan dan agar masyarakat mengetahui kiprahnya, ia harus menjadi sumber berita yang handal.”
Pada penutup sambutannya, Menko PMK mengemukakan bahwa Pemerintah melalui kebijakan dan program di Kementerian dan Lembaga, terus melakukan pemberdayaan perempuan, yang dilakukan mulai dari penguatan regulasi, kebijakan afirmatif, yang membuka seluas-luasnya peran perempuan baik dalam jabatan publik, profesi, kegiatan sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Upaya ini diharapkan dapat memperluas rasa percaya diri, meningkatnya kapasitas dan kualitas diri, semakin mampu mengorganisir, dan menghasilkan kepemimpinan perempuan yang inspiratif.
“KPPI diharapkan dapat lebih bersinergi dengan mitra dan memberikan dorongan kepada kaum perempuan melalui edukasi, sosialisasi, dan advokasi agar peran perempuan terus meningkat dalam membangun Indonesia,” kata Menko PMK. “Selamat Hari Ibu 2018” semoga semakin banyak perempuan hebat untuk kemajuan indonesia yang sejahtera, maju, dan berbudaya,” tutupnya dalam sambutan.
Peringatan Hari Ibu KPPI ini mengusung thema: “Peran Kontributif Perempuan Indonesia dalam Membangun Bangsa yang Maju dan Sejahtera.” Kegiatan yang juga diramaikan dengan peragaan busana nasional oleh para perempuan calon anggota legislatif dari 11 partai itu turut dihadiri oleh Dewan Pakar dan Pendiri KPPI; Jajaran Pengurus KPPI; Perwakilan Kemendagri; dan seluruh anggota KPPI. (*)
Kategori:
