Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on March 07, 2018

Jakarta- (7/3) Pemerintah Indonesia terus berupaya mengurangi pernikahan dini dan menurunkan angka Kematian Ibu dan Anak (KIA). Untuk mengurangi angka pernikahan dini pemerintah memberikan perhatian lebih melalui program-program yang ada seperti KIP dan PKH. Pemerintah juga terus berupaya menaikan batasan usia pertama boleh menikah.

“Kita memberikan program KIP sebanyak 19,7 juta kepada siswa mulai SD, SMP dan SMA. Selain itu juga ada program keluarga Harapan (PKH) kepada 10 juta keluarga penerima manfaat yang dilaksanakan mulai bulan Januari tahun ini,” papar Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani saat menerima kunjungan Princess Mabel Of Oranje, Nassau of The Kingdom of The Netherlands di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu Siang (7/3). Pertemuan ini membahas tentang pencegahan pernikahan usia dini dan program-program yang telah dijalankan pemerintah Indonesia.

Menko PMK juga mennyampaikan bahwa pemerintah juga memberikan perhatian lebih kepada pelayanan kesehatan. Tujuannya agarpara perempuan memahami tentang kesehatan reproduksi dan anak memahami bahwa secara mental dan reproduksi pernikahan dini itu tidak baik. Pemerintahjuga  terus memberikan sosialisasi dan edukasi melalui kementerian yang ada. Seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan memasukkan kesehatan reproduksi dalam kurikulum, Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menekankan pada kegiatan olahraga ataupun kegiatan di luar kelas, sedangkan Kementerian Agama memberikan edukasi bahwa menikah di usia terlalu muda itu tidak baik.

Terkait dengan pertemuan dengan Princess Mabel kali ini, Menko PMK menyampaikan bahwa Princess Mabel sangat mendukung Indonesia dengan berbagai macam programnya untuk mengurangi pernikahan dini. Princess Mabel berharap di masa kini dan mendatang  Indonesia bisa menurunkan angka penikahan dini yang ada.

“Indonesia peringkatnya masih cukup besar. Namun apa yang sudah dilakukan pemerintah Indonesia sangat diapresiasi oleh Princess Mabel. Beliau yang juga merupakan direktur Girls Not Brides mendukung semua program yang ada di Indonesia. Mereka berharap program nasional yang ada dapat terus dilakukan,” ujar Menko PMK 

Permasalahan pernikahan dini, terangnya, menurut Princess Mabel juga menjadi masalah yang dihadapi banyak negara. Namun Princess Mabel mengapresiasi apa yang sudah dilakukan pemerintah Indonesia karena semua program yang ada sudah terintegrasi. Angka pernikahan dini di Indoneisa memang masih relatif tinggi. Salah satu faktor penyebabnya yakni putus sekolah karenanya pemerintah memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) agar mereka mendapatkan layanan pendidikan. Permasalahan lainnya yakni masalah budaya dan agama sehingga upaya pemerintah menaikkan usia perkawinan pertama butuh kajian mendalam dan tidak bisa dilakukan secara instan. 

 

Kategori: