Selaru, (12/05)-Tim Ekspedisi Bhakti PMK menggelar sosialisasi gerakan revolusi mental bagi masyarakat Kecamatan Selaru kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) di balai desa Adaut, Kamis siang (12/5). Acara ini menghadirkan narasumber staf ahli Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Gunarso Djoko Santoso.
Dalam arahan, Gunarso memaparkan bahwa revolusi mental artinya membangun manusianya dulu, membangun jiwanya. Gerakan revolusi mental harus sesuai dengan adat dan budaya suatu daerah tertentu. Dengan gerakan revolusi mental nilai-nilai kekearifan lokal dijadikan pedoman kembali sehingga mampu memberikan kebaikan bagi masyarakat.
"Penerapan gerakan revolusi mental harus memperhatikan kearifan lokal yang berlaku di masyarakat," ujarnya.
Penerapan revolusi mental, tambahnya, tak ada batas waktunya dan akan terus dilakukan dengan mengikuti perubahan zaman serta tetap harus mengakomodasi kepentingan publik.
"Dalam kehidupan sehari-hari, praktek revolusi mental adalah menjadi manusia yang berintegritas, mau bekerja keras, dan punya semangat gotong royong," ungkapnya
Lebih lanjut, Gunarso menegaskan bahwa pelaksanaan Ekspedisi Bhakti PMK ini merupakan bagian dari gerakan revolusi mental. Tujuannya untuk menggali nilai-nilai dan kreatifitas lokal untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Para pesertanya memiliki integritas yang tinggi sehingga mau mengikuti kegiatan yang tujuanya daerah terluar, terpencil dan tertinggal. Program pemerintah ini menjadi bagian dari gerakan nasional yang melibatkan insiatif masyarakat.
"Kalau tidak punya integritas, para peserta tidak akan bersusah-susah naik kapal dengan resiko mabuk laut. Ini membuktikan bahwa mereka rela mengunjungi Saudaranya sebangsa dan tanah air," tuturnya.
Bangsa Indonesia begitu besar dengan berbagai suku bangsa. Untuk itu, NKRI harus dijaga dan pertahankan sebagai mana para pendahulu dan pahlawan bangsa.
"Kita ini NKRI dan harus kita pertahankan sebagaimana para pahlawan bangsa terdahulu,"tegasnya.
Sementara itu, camat Selaru, Z. Lessy memgungkapkan bahwa kecamatan Selaru terdiri atas 7 desa dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 3.418 orang. Total penduduknya sebanyak 13.680 jiwa terdiri atas 6.800 laki-laki dan 6.880 perempuan. Mata pencaharian mayoritas petani dan nelayan.
Kedatangan Tim Ekspedisi Bhakti PMK ini, terang Lessy, diharapkan mampu meningkatkan berbagai program pembangunan yang telah ada di wilayahnya saat ini. Sehingga masyarakat Selaru semakin lebih besar lagi menikmati hasil pembangunan.
"Kami berharap program pembangunan dari pemerintah pusat untuk masyarakat Selaru makin banyak. Sehingga masyarakat semakin sejahtera," ujarnya.
Di samping itu, sosialisasi gerakan revolusi mental juga sangat penting di berikan kepada masyarakat agar mampu mendukung pembangunan yang telah dicanangkan. Seperti ungkapan Bung Karno revolusi mental pada akhirnya akan membentuk manusia baru yang unggul.
"Revolusi Mental adalah suatu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala," kata Lessy mengutip ungkapan Bung Karno.
Revolusi mental, tambahnya, juga diharapkan mampu membentuk manusia yang taat akan kearifan dan kreatifitas lokal. Seperti di Selaru, ada nilai luhur lokal dalam tradisi Sasi yang memperlakukan sumberdaya alam secara berkesinambungan dan berkelanjutan.
" Semoga nilai-nilai luhur itu dapat kita lestarikan sebagai warisan dari para leluhur," harapnya.
Kategori:
