Kaimana, (15/05)- Menteri Koordinator Pembangunan manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) mendapat tugas khusus dari Presiden untuk memimpin Gerakan Revolusi Mental. Melalui gerakan ini diharapakan akan mampu membagun manusia Indonesia seutuhnya.
"Saat ini Menko PMK memdapat amanah untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya. Untuk itulah ada gerakan revolusi mental," ujar Staf Ahli Kemenko PMK Gunarso Djoko Santoso saat memberikan sambutan pada acara penyerahan bantuan secara simbolis dari Tim Ekspedisi Bhakti PMK di pelabuhan Kaimana Papua Barat, Minggu (15/05)
Saat ini semua pihak mendapat peran untuk merintis upaya-upaya agar Revolusi Mental sungguh terjadi di negara ini untuk menyongsong masa depan.
Perubahan harus terus didorong di masyarakat, dalam cara pandang, sikap, perilaku dan perbuatan nyata agar menjadi bangsa yang maju, kuat, dan kokoh dalam menghadapi masa depan yang penuh tantangan.
Untuk itu, terang Gunarso, nilai-nilai yang harus dikembangkan di masyarakat dalam Revolusi Mental adalah integritas, etos kerja dan gotong royong. Kegiatan Ekspedisi Bhakti PMK ini merupakan bentuk rintisan gerakan revolusi mental sebab di dalamnya melibatkan banyak elemen. Dengan kegiatan Ekspedisi PMK ini merintis dan belajar memberikan contoh nyata Revolusi Mental, bahwa semua unsur bisa berkoordinasi, bersama-sama saling mendukung dan memberikan perhatian untuk membantu masyarakat di pulau-pulau teringgal dan terpencil. Pihak-pihak yang terlibat di antaranya Kementerian/lembaga organisasi masyarakat, perguruan tinggi dan dunia usaha.
"Ada 30 unsur yang ikut serta dalam Ekpedisi Bhakti PMK kali ini. Ini membuktikan bahwa ada nilai gotong royong dalam pelaksanaannya," ungkapnya.
Semua pihak tersebut selain bertujuan menyapa saudara sebangsa juga membawa beragam barang bantuan. Secara total barang bantuan yang disalurkan bagi masyarakat Kaimana sebesar 3,4 milyar. Barang bantuan yang dibawah ini hanya sebagai pemicu saja bagi program-program yang akan diarahkan ke daerah timur khususnya Kabupaten Kaimana.
"Sebenarnya masih banyak pihak yang ingin membantu tapi karena keterbatasan daya angkut maka segitu dulu yang dapat kami berika," ujarnya.
Lebih lanjut, Gunarso menuturkan bahwa misi dari Ekspedisi Bhakti PMK yang menghampiri pulau-pulau terpencil sebagai bukti bahwa negara hadir. Kepedulian ini untuk menjaga keuntuhan NKRI.
"Kita belajar dari kekalahan indonesia kasus sengketa pulau Sipadan dan Ligitan yang dimenangkan Malaysia karena mereka yang selama ini mengelolahnya," tegasnya.***
Penulis/Fotografer : M. Shokiyan
Kategori:
