Bogor (22/2) Dalam rangka penyusunan Rencana Aksi Nasional Cetak Biru Pilar Sosbud ASEAN 2025, Biro Perencanaan dan Kerjasama Kemenko PMK mengadakan Bimbingan Teknis Penyusunan RAN Cetak Biru Pilar Sosbud ASEAN 2025 batch pertama untuk beberapa Kementerian/Lembaga yang menjadi focal point badan sektoral Pilar Sosial Budaya ASEAN di Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 21-23 Februari 2019 di Bogor ini bertujuan untuk menghasilkan RAN Cetak Biru Pilar Sosbud ASEAN 2025 sebagai Implementasi Cetak Biru ASEAN 2025 di Indonesia.
Kementerian PPA/Bappenas dan Kemenlu hadir sebagai narasumber yang membantu memberikan konsultasi terkait perencanaan dan substansi. K/L yang mengikuti bimbingan teknis antara lain Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sebagai focal point dari SOMRDPE (Senior Officials Meeting for Rural Development and Poverty Eradication), Kementerian Tenaga Kerja untuk SLOM (Senior Labour Officials Meeting), Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk ACDM (ASEAN Committee on Disaster Management), Badan Kepegawaian Negara untuk ACCSM (ASEAN Cooperation on Civil Service Matter), kemudian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk ASOEN (ASEAN Senior Officials on Environment) dan COP AATHP (Conference of the Parties to the ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution).
Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama, menyampaikan pentingnya proses penyusunan ini karena RAN Cetak Biru Pilar Sosbud ASEAN 2025 akan dituangkan ke dalam peraturan perundangan resmi untuk mendorong implementasi RAN oleh K/L teknis. Beliau juga menyampaikan kepada perwakilan K/L peserta bimtek bahwa RAN ini hadir untuk menyelaraskan program dan kegiatan K/L di Indonesia dengan pencapaian Indikator Kinerja Utama Cetak Biru Pilar Sosbud ASEAN 2025 yang telah disusun di tingkat regional.
Kategori:
