Foto :
- Biro Perencanaan
Bogor (28/3) Melanjutkan agenda Penyusunan Rencana Aksi Nasional (RAN) Cetak Biru Pilar Sosbud ASEAN 2025, Biro Perencanaan dan Kerjasama Kemenko PMK kembali mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) batch 2 untuk K/L yang menjadi pumpunan (focal point) pada 8 badan sektoral di bawah Pilar Sosbud ASEAN. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 27-29 Maret 2019 di Bogor ini merupakan kelanjutan dari Bimtek batch 1 yang diadakan pada bulan Februari 2019 lalu untuk penyusunan RAN dari 6 badan sektoral.
Bimtek Penyusunan RAN Pilar Sosbud ASEAN 2025 batch 2 ini dihadiri oleh 8 Kementerian yang akan menyusun RAN untuk 8 badan sektoral. Pada hari pertama dan kedua dihadiri oleh Kementerian Sosial sebagai pumpunan untuk badan sektoral Senior Officials Meeting on Welfare and Development (SOMSWD), Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk Senior Officials Meeting on Youth (SOMY) dan Senior Officials Meeting on Sports (SOMS), Kementerian Kesehatan untuk Senior Officials Meeting on Health (SOMHD). Berlanjut pada hari kedua dan ketiga, dihadiri oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang menjadi pumpunan untuk ASEAN Committee on Women (ACW) dan ASEAN Commission on the Promotion and Protection of the Rights of Women and Children (ACWC), Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk Senior Officials Meeting Responsible for Information. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai pumpunan untuk Senior Officials Meeting on Culture and Arts (SOMCA) dan Senior Officials Meeting on Education (SOMED). Kementerian Agama dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi juga terlibat dalam penyusunan RAN SOMED bersama Kemendikbud.
Narasumber dan fasilitator pada Bimtek Penyusunan RAN ini adalah Kemenko PMK, Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian Luar Negeri. Kepala Biro Perencanaan Kemenko PMK memberikan paparan pengantar diskusi penyusunan RAN serta mencontohkan cara pengisian RAN. Beliau juga menyampaikan kepada K/L peserta Bimtek agar menyesuaikan isi RAN dengan format Rencana Kerja (Renja) K/L yang di-input pada sistem Kolaborasi Perencanaan dan Informasi Kinerja Anggaran (KRISNA). Dalam hal teknis perencanaan, Direktorat Politik Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Internasional Bappenas memberikan beberapa masukan untuk menyelaraskan Renja K/L di KRISNA dengan RAN Cetak Biru Pilar Sosbud ASEAN 2025. Salah satunya adalah mekanisme tagging tematik ASEAN untuk mempermudah penelusuran program terkait ASEAN. Dalam Bimtek ini disampaikan bahwa proses pengajuan tagging tematik ASEAN memerlukan koordinasi antara Bappenas, Kementerian Keuangan, Kemenlu dan Kementerian Koordinator yang ditunjuk sebagai penanggung jawab penyusunan RAN Cetak Biru ASEAN 2025.
Diharapkan Bimbingan Teknis batch 1 dan batch 2 Penyusunan RAN Cetak Biru Pilar Sosbud ASEAN 2025 ini dapat mempercepat penyelesaian RAN dari seluruh pumpunan badan sektoral Pilar Sosbud ASEAN yang ada di Indonesia untuk dapat dilaporkan pada Senior Officials Meeting for the ASEAN Socio Cultural Community (SOCA ASCC) bulan Mei 2019 mendatang.
Kategori:
Reporter:
- Biro Perencanaan
