Jakarta (8/10) -Proses pemulangan jamaah haji Indonesia sudah berlangsung sejak Senin (28/09) lalu, disusul kemudian proses pemberangkatan jamaah haji gelombang kedua yang berada di Makkah diberangkatkan menuju ke Madinah, dimulai sejak Sabtu (03/10) lalu. 14 kloter lainnya akan diberangkatkan dari Makkah menuju Madinah untuk menjalani ibadah Arbain,” demikian penjelasan Kepala Seksi Pelayanan Pemulangan Daker Makkah Ismail Aini kepada Tim Media Center Haji (MCH)Rabu (07/10) besok, 29 kloter akan kembali diberangkatkan dari Makkah al-Mukarramah.
Sementara dalam termin yang lain, jemaah haji Indonesia, sebanyak 15 kloter akan diberangkatkan dari Makkah menuju Jeddah untuk kemudian dipulangkan ke Tanah Air., Selasa (06/10) . Menurutnya Ismail, seluruhnya ada 114 kloter atau 46.724 jamaah haji akan diberangkatkan ke Jeddah untuk dipulangkan ke Tanah Air melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAAIA) Jeddah.
Adapun 51 kloter dengan 21.112 jamaah haji diberangkatkan ke Madinah untuk menjalani Ibadah Arbain di Masjid Nabawi sebelum dipulangkan ke Tanah Air melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah. secara berangsur, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Terkait dengan pemberangkatan jemaah haji Indonesia ke Madinah dan kepulangan ke Tanah Air, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah berupaya keras sehingga ada peningkatan layanan transportasi pada fase kedua pemberangkatan jamaah haji Indonesia dari Makkah ke Jeddah dan Makkah ke Madinah. “Seluruh bus-bus yang untuk mengantar jemaah ke dua arah kota tersebut semuanya bus yang 100 % baru, bus yang terbaik, keluaran tahun 2014 dan 2015. Demikian Kepala Bidang Transportasi Subhan Cholid. Namun demikian, lanjut Subhan, petugas haji Daker Makkah tetap harus melakukan pengawalan ketat untuk memastikan layanan transportasi jamaah haji Indonesia tidak dinomorduakan. “Setiap 10 jam sebelum keberangkatan jamaah, kita sudah berkoordinasi dengan maktab untuk mengorder bus, jangan sampai maktab mengorder bus mendekati jadwal keberangkatan jamaah, nantinya dijawab oleh syarikat bahwa bus yang bagus sedang dipakai semua sehingga dapatnya yang apa adanya. Ini yang harus dikawal,” tambah Subhan.
Transportasi antar kota perhajian mendapat sorotan para jemaah dan masyarakat yang ada di Indonesia pada fase pemberangkatan pertama dari Madinah ke Makkah dan Jeddah ke Makkah. Naqabah (organda) memberikan bus dengan standar terendah sebagai moda transportasi jamaah haji Indonesia dari Madinah ke Makkah dan Jeddah ke Makkah. Sebab, lanjut Subhan, bus dengan standar yang bagus sudah habis disewa oleh negara-negara yang melakukan peningkatan layanan transportasi. Tranportasi fase pertama ini memang mengganggu kenyamaan jamaah, ada yang mogok, joknya pada jebol, AC mati, dan perjalanan tersendat dan setrusnya. PPIH mengevaluasi itu dan memutuskan untuk fase pemulangan dilakukan upgrade. Meski waktunya mepet, namun karena dukungan semua pihak, akhirnya bisa dilakukan upgrade. Demikian kata Subhan Cholid dan Ismail Aini meyakinkan tentang peningkatan layanan tranportasi ketika saat dikonfirmasi melalui telpon celuler oleh Drs. H. Sahlan, MSI selaku Asdep Pembinaan Umat Beragama, Pendidikan Agama dan Kegamaan Kemenko PMK. (Deputi IV/ Humas PMK).
Kategori:
