Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on August 03, 2014

Jakarta, 3 Agustus - Rabies masih menghantui Sulawesi Utara. Terlebih di musim panas seperti sekarang ini, perlu mewaspadai virus mematikan ini. Anjing dan kucing harus mendapat vaksin antirabies.

Anjing, selain dipelihara sebagai binatang kesayangan, sebagian orang menjadikannya penjaga rumah dan bahkan partner kerja.

Seperti para petani di Minahasa Utara yang biasa menggunakan anjing untuk membantu dalam pekerjaan. Meski membantu dalam bekerja, jika anjing terserang penyakit aneh, si petani tak segan-segan membunuhnya.

"Jika sudah ada kelainan, langsung toki (bunuh)," ujar Wensi Mamahit (37), warga Jaga VI Desa Tatelu Kecamatan Dimembe, saat ditemui di kebunnya yang berlokasi di Perkebunan Walinou Tatelu, Sabtu (2/8/2014),, seperti dilansir laman Tribun News.Com.

Dia mengaku memilih membunuh anjing sakit karena banyak tetangga yang memiliki anak kecil. Meski begitu, dia tetap menerima jika ada bantuan dari pemerintah untuk memberi vaksin kepada dua anjingnya.

Namun ia mengaku, pada tahun ini dari pihak pemerintah belum ada yang datang mendata anjing-anjingnya.

"Kami tidak tahu (vaksin) harus cari di mana," ungkapnya, karena memang banyak anjing gila di sekitar wilayah mereka tinggal.

"Memang, musim panas ini banyak anjing gila yang berkeliaran. Semua hewan seperti ayam, anjing lain, atau apapun di dekatnya akan digigit," tuturnya.

Terpisah, Jhony Wurara (62), warga Lingkungan VII Kelurahan Airmadidi Atas Kecamatan Airmadidi Minut yang memiliki tiga ekor anjing mengaku pada 2013 lalu anjingnya mendapat vaksinasi gratis dari pemerintah.

"Karena bagi kami, anjing itu sangat diperlukan, bisa untuk mencari tikus atau menjadi penjaga kebun," tutur Jhony yang mengaku pada 2014 ini anjingnya belum divaksin.

Namun dia meyakini, meski tidak divaksin, anjing yang tinggal di kebun itu lebih sehat dibanding anjing yang tinggal di permukiman.

"Karena kalau di kebun, ada rumput yang dimakan, mungkin itu obatnya," kata dia.

Senada dilontarkan Dani Wauran, petani asal Desa Likupang 1 Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minut bahwa rumput di kebun yang dimakan anjing mengandung obat kekebalan tubuh.

"Rumput tersebut banyak ditemui di kebun, beda dengan anjing rumahan yang berkeliaran di lorong," kata dia.

Dani mengaku punya tips mencegah rabies yang diwarisinya dari keluarganya turun temurun. Cara itu ia sebut cara Tonsea.

"Kasih minum minyak kelapa, santan serta cuka saguer, tetapi untuk cuka saguer cukup satu tetes," kata dia.

Deni punya anjing yang sering ikut bersamanya ke kebun.

"Semuanya tak pernah kena penyakit rabies, padahal anjing-anjing di perumahan banyak yang terkena rabies," ujarnya. (Tn/Gs)