Jakarta (25/02)---Penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba semakin merajalela. Berbagai upaya ditempuh guna menanggulangi bahaya nyata yang sangat merusak terutama bagi generasi penerus Bangsa. Salah satu upaya untuk membendung penyalahgunaan dan peredaran Narkoba adalah mengoptimalkan wayang sebagai media sosialisasi.
Wujud nyata optimalisasi wayang untuk memberikan pemahaman bagi generasi penerus bangsa tentang bahaya Narkoba dilakukan dengan sinergis antara pihak-pihak terkait melalui Rapat Koordinasi sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman dan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN dengan Ketua Umun PEPADI Pusat tentang Prekursor Narkotika melalui Media Wayang.
Acara turut dihadiri oleh Organisasi Pewayangan Indonesia bernama Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (SENA WANGI), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Narkotika Nasional (BNN), Dinas Kebudayaan Provinsi Bali serta perwakilan dari Kementerian/Lembaga, dan Persatuan Pedalang Indonesia (PEPADI), serta Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Rapat koordinasi sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dilakukan di Ruang Serbaguna, Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah pada tanggal 19 Februari 2019 lalu. Rapat koordinasi ini bertujuan untuk melaporkan kegiatan SENA WANGI selama tahun 2018 dan mempersiapkan Program dan Kegiatan tahun 2019. Salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi adalah persiapan pelaksanaan Kongres Union Internationale de la Marrionnette (UNIMA) Internasional dan Festival Wayang Dunia di Bali tahun 2020.
Melalui Rapat Koordinasi ini, peran SENA WANGI dalam upaya meningkatkan minat generasi muda terhadap wayang dan peran BNN dalam meminimalisir penyalahgunaan serta penyebaran narkoba dapat berjalan beriringan sesuai rencana. “Tentunya, upaya tersebut dapat direalisasikan dengan dukungan seluruh pihak, terutama pelaksanaan fungsi koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian terhadap Kementerian dan Lembaga Terkait yang dilakukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan,” ungkap Nuswardana Sarodja, Kepala Bidang Sejarah dan Warisan Dunia yang mewakili Asisten Deputi Warisan Budaya Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dalam acara ini. (sumber: Kedep V Kemenko PMK)
Editor : Siti Badriah
Kategori: