Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on January 31, 2019

Jakarta (31/01) – Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK, Tb. Achmad Choesni, membuka rapat koordinasi kebijakan bagi lansia dengan pusat kajian kelanjutusiaan Universitas Indonesia (UI) di ruang rapat lantai 4, Kemenko PMK,Jakarta.

Dalam rapat tersebut, Choesni mengatakan bahwa jumlah lansia diperkirakan 20-24 jiwa (susenas 2014) dan mayoritas tidak/belum memiliki akses terhadap perlindungan sosial. Pada sensus penduduk tahun 2010, terdapat 18 juta jiwa (diatas usia 60 tahun) atau sekitar 7,6 % dari jumlah total penduduk Indonesia. Dari 18 juta jiwa diatas usia 60 tahun tersebut, sekitar 45 % atau 8,2 juta jiwa berada di 40 % terbawah tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi.

“ Diperkirakan populasi penduduk lansia akan berkembang secara cepat hingga mencapai lebih dari 23 % dari total penduduk Indonesia pada tahun 2050,“ Ujar Choesni.

Dari data prosentase penduduk lansia menurut tujuh kriteria ketelantaran, terdapat 55,29 % lansia tidak pernah sekolah atau tamatan SD. 7,76 % lansia makan makanan pokok kurang dari 14 kali dalam seminggu, 2,91% bila sakit tidak diobati, 14,32% tidak memiliki tempat untuk tidur, 20,70% bekerja lebih dari 35 jam dalam seminggu, 11,90% memiliki pakaian kurang dari 4 stel dan 11,90% makan lauk pauk berprotein tinggi kurang dari 3 kali dalam seminggu.

Untuk itu, dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional 2015-2019, diamanatkan untuk peningkatan pemenuhan hak dasar dan hak dasar inklusivitas bagi lansia, penguatan skema perlindungan sosial bagi lanjut usia dini, serta sejalan dengan sasaran dan target SDGs.

Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lanjut Usia Kemenko PMK, Ade Rustama, mengatakan bahwa program perlindungan sosial untuk lansia masih terbatas. Seperti Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN menjangkau 92,4 juta jiwa yang berada 40% tingkat kesejahteraan sosial ekonomi terbawah. Kedua, Program Asistensi Lanjut Usia (ASLUT) yang dikelola oleh Kementerian Sosial, pada tahun 2017 hanya menjangkau 33.000 penduduk lansia miskin diatas usia 70 tahun. Ketiga, PKH di tahun 2017 mencakup 684.749 lansia dan tahun 2018 mencakup 1.234.991 lansia.

Foto & Reporter : Anggun Wahyu P
Editor : Deni Adam Malik