Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on July 31, 2014

Jakarta, 31 Juli  - Melintasi jalanan dan menyusuri permukiman Jakarta dalam beberapa hari terakhir akan merasakan suasana kota yang berbeda sama sekali dengan kesehariannya yang selama ini sangat padat dan identik dengan kemacetan lalu lintas.

Jakarta sedang ditinggal hampir sebagian penghuninya. Jalanan dan permukiman pun lengang. Jakarta seperti dalam suasana tidak normal. "Di tempat tinggal gua sepi banget. Mayoritas pada pulang kampung, lampu rumahnya pun pada dimatiin," kata seorang warga Kebon Jeruk Jakarta.

"Masih untung ada lampu jalan, yang sebelahan dan seberang cuma lima rumah yang gak pulkam termasuk gua. Gile Jakarta sepi banget...," kata dia pula, seperti dilansir laman Republika Online yang dikutip dari laman Antaranews.com.

Lebaran seolah menjadi magnet bagian masyarakatnya untuk sementara beranjak dari Jakarta menuju kampung-kampung asalnya di provinsi lain. Mereka bergerak dalam kurun waktu hampir bersamaan, sepekan sebelum dan sesudah Lebaran.

Jumlahnya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Data yang disampaikan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI memprediksi warga asal Jakarta yang beranjak sementara dari permukimannya pada tahun ini mengalami peningkatan hingga 12 persen dari tahun lalu.

Pergerakan masyarakat menuju daerah atau kampung asalnya dalam kurun waktu tersebut biasa disebut mudik. Jumlahnya yang masif kemudian memunculkan semacam arus. Itulah arus mudik.

Apabila tahun lalu, jumlah pemudik asal Jakarta sebanyak 3.778.761 orang. Untuk tahun ini, diperkirakan meningkat 12 persen, yakni menjadi 4.220.315 orang, baik melalui jalur darat, udara maupun laut.

Yang terjadi kemudian adalah antrean panjang di stasiun kereta, bandara dan pelabuhan serta jalur jalan menuju luar Jakarta. Arus mudik sudah seperti air bah yang mengalir deras.

Karena pergerakan arus dari Jakarta dalam sepekan sebelum dan sesusah lebaran diprediksi melibatkan 4.220.315 orang, maka berapa pun sarana dan infrastruktur yang disediakan akan tetap kerepotan mengatasinya. Karena itu, kesabaran dan daya tahan pemudik maupun petugas pun menjadi taruhan untuk bisa mengatasi keriuhan arus mudik.

Apalagi bukan hanya dari Jakarta saja arus pergerakan terjadi, tetapi juga meliputi semua daerah di Indonesia. Diperkirakan ada peningkatan arus mudik sekitar 11-12 persen pada 2014, dengan sekitar 28 juta hingga 30 juta pemudik.

Bukan hanya menggunakan angkutan umum seperti bus dan kereta api serta pesawat udara, jutaan orang nekat menggunakan sepeda motor dengan berbagai alasan dan pertimbangan.

Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah sepeda motor yang digunakan untuk mudik tahun ini mencapai 2,37 juta sepeda motor atau naik 4,3 persen, dibanding tahun sebelumnya 2,27 juta sepeda motor.

Jumlah pemudik dari Jakarta saja yang menggunakan sepeda motor diprediksi sebanyak 509.712 orang, suatu angka yang tidak bisa dikatakan sedikit.

Itulah sebabnya, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi mudik mengingat tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengemudi sepeda motor.

Korban Tewas Mudik Capai 352 Orang

Sementara itu Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyatakan, angka korban tewas kecelakaan pada mudik Lebaran 2014, menurun. Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri, Kombes Agus Riyanto mengatakan, angka ini terhitung mulai 22 Juli 2014 hingga 30 Juli 2014. "Iya mengalami penurunan untuk tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya," katanya di Jakarta, Rabu (30/7/2014).

Agus mengatakan, jumlah kecelakaan jalur darat tercatat 1.584 kasus, dibandingkan pada tahun lalu dengan periode waktu yang sama sebanyak 1.832 kasus, lebih rendah 248 kasus atau turun 14 persen.

Sementara, dari ribuan kasus kecelakaan, terhitung memakan korban jiwa sebanyak 352 orang, sementara 541 orang luka berat, dan 2.010 orang luka ringan. "Ada penurunan sekitar delapan persen dibanding tahun lalu, sebanyak 384 jiwa," ujarnya.

Agus meminta, agar pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi untuk beristirahat jika kelelahan. Maksimal berkendara selama empat jam untuk menghindari hilangnya konsentrasi.

Selain itu, puncak arus balik diperkirakan pada Jumat (1/8) atau Sabtu (2/8). "Kita sudah siapkan pengamanan arus balik," ujar Agus. (Rol/Ant/Gs).