Makassar (21/02)--- Deputi bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial, Tb Achmad Choesni, pagi ini menjadi Pembicara Tamu di tengah forum Edukasi Keuangan bagi Penyalur BPNT, Pendamping dan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di gedung Graha Pena, Kota Makassar. Acara ini merupakan bentuk sosialisasi penyaluran BPNT dan sepenuhnya diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Sosialisasi masif semacam ini sebelumnya telah diputuskan bersama dalam Rapat Tingkat Menteri tentang Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada 8 November 2016 lalu. OJK, Bank Indonesia, dan Kementerian Komunikasi dan Informasi diminta aktif menyosialisasikan program bantuan pangan bagi masyarakat berpenghasilan paling rendah lewat hasil desain ulang ini.
Jika dulu lazim disebut dengan Beras untuk Rakyat Miskin/Beras untuk Rakyat Sejahtera (Raskin/Rastra), sesuai arahan Presiden dalam Ratas pada 26 April 2016 lalu, ditegaskan bahwa penyaluran bantuan pangan dari Pemerintah ke depan harus didesain ulang dan terutama sekali dengan memanfaatkan sistem perbankan, menggunakan satu kartu untuk setiap KPM, dan dikoordinasikan langsung oleh Menko PMK. Dari arahan Presiden ini kemudian Raskin/Rastra tadi menjadi BPNT dan pada bulan Februari ini akan secara resmi mulai diujicobakan.
“Presiden juga mengharapkan pelaksanaan bantuan non tunai ini dapat mengembangkan pengelolaan keuangan rumah tangga dan memupuk kebiasaan menabung,” ungkap Choesni dalam sambutannya. “Kaitannya dengan Gerakan Nasional Revolusi Mental yang dicanangkan oleh Pemerintah adalah bahwa BPNT merupakan desain ulang program yang memungkinkan perubahan pola pikir masyarakat miskin menjadi produktif, mandiri, dan bermartabat. Mengaitkannya juga dengan program sosial yang mendorong masyarakat miskin peduli dengan kesehatan, pendidikan, dan keluarga berencana.”
BPNT di tengah masyarakat, tambah Choesni, dapat dijadikan pula sebagai upaya promosi solidaritas sosial dan promosi penegakan disiplin serta aturan. Sebagai ilmu baru, edukasi keuangan untuk penyaluran BPNT ini diharapkan Choesni juga dapat berjalan efektif. “Semoga kegiatan edukasi keuangan ini berguna untuk para peserta, dan dapat menunjang keberhasilan pelaksanaan program BPNT,” tutup Choesni dalam sambutannya. (sumber: kedep II Kemenko PMK)
