Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on October 27, 2015

Jakarta, 27 Oktober 2015 - Anggota Tim Kelompok Kerja (Pokja) Revolusi Mental Kementeran Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Ahmad Mukhlis Yusuf menyampaikan materi mengenai sosialisasi gerakan revolusi mental. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Peta Jalan Revolusi Mental yang diselenggrakan oleh Pokja RM Kemenko PMK pada Selasa (27/10/2015) di Jakarta. Tampak juga di depan, Wakil Sekretaris Tim Penyusun Peta Jalan Revolusi Mental Kemenko PMK Haswan.

Menurut Mukhlis, kemajuan sebuah Bangsa ditentukan oleh kualitas sumberdaya manusia yang tangguh, baik individual maupun kolektif sebagai sebuah bangsa. Kualitas itu ditentukan pola pikir, pola sikap dan perilaku semua warganya. Namun, lanjutnya, saat ini dirasakan terdapat tiga masalah besar yang terjadi, antara lain; (i) Krisis integritas dalam penyelenggaraan Negara dan masyarakat (ii) rendahnya etos kerja dan daya saing kolektif sebagai bangsa, makin tertinggal dibandingkan negara-negara lain, dan (iii) krisis identitas bangsa yang melunturkan kepribadian gotong royong.

Menurut Mukhlis, untuk mengatasi masalah besar tersebut, Revolusi Mental diperlukan untuk membangkitkan kesadaran kembali dan mengubah sikap dan perilaku menuju bangsa maju dan modern berlandaskan nilai-nilai strategis instrumental yang menjadi moralitas publik.

"Revolusi Mental diserukan pertama kali oleh Presiden Soekarno tahun  1957, dan dikumandangkan kembali oleh Presiden Joko Widodo tahun 2014." jelas Mukhlis.

Mukhlis mengatakan, Revolusi Mental adalah gerakan hidup baru mengubah cara pandang, pikiran, sikap, perilaku yang berorientasi pada kemajuan dan kemodernan berlandaskan nilai-nilai strategis instrumental sebagai moralitas publik, agar Indonesia menjadi bangsa besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Menurut Mukhlis yang menjadi rujukan  nilai-nilai strategis instrumental adalah sikap dan perilaku yang meliputi ketaatan pada hukum dan aturan, hidup jujur, beretos kerja maju dan produktif, bermotivasi prestasi, disiplin, berpandangan optimistis, inovatif, adaptif, senantiasa mampu kerja sama dan gotong royong, serta hidup berorientasi pada kebajikan publik dan kemaslahatan umum.

Sebagai gerakan kolektif, menurut Mukhlis, Revolusi Mental melibatkan seluruh komponen bangsa dengan memperkuat peran semua institusi penyelenggara Negara dan seluruh elemen masyarakat. "Revolusi Mental dilaksanakan melalui penguatan aturan-aturan mengacu pada nilai-nilai strategis instrumental, keteladanan semua unsur Negara dan masyarakat, internalisasi nilai-nilai strategis instrumental pada individu, keluarga, insititusi sosial, masyarakat dan unsur penyelenggara negara, serta institusionalisasi sistem dan kelembagaan keluarga, organisasi, masyarakat dan lembaga-lembaga Negara." (deni)