Jakarta, 23 Oktober - Staf Ahli Menko Kesra Bidang Pencapaian Pembangunan Mellium, dr. Abdul Antaria, MPH., Ph.D., meresmikan AIC Clinic /Tawada Health Care), Kamis (23/10/2014) pagi di Kuningan City Mall, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav 18, Kuningan Setiabudi, Jakarta Selatan..
Dalam peresmian AIC (Medical Imaging & Diacnostic Center), Abdullah Antaria mengatakan bahwa hadirnya klinik ini diharapkan memberikan kemudahan, perubahan dalam hal pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan memiliki kualitas yang sangat baik. Sesuai dengan motonya, klinik ini yang memberikan tawaran pelayanan yang "Bersahabat"/Friendly, akurat/tepat (precisse), dan profesional. Hal ini sesuai cita cita Bangsa Indonesia yang memiliki tujuan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia serta memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Lebih lanjut Antaria mengatakan bahwa pembangunan sektor kesehatan dan sektor pendidikan serta peningkatan daya beli keluarga merupakan indikator utama Indeks Pembangunan Manusia. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Manakala tiga tiganya dimiliki, kita boleh mengatakan bahwa kehidupan yang layak bagi keluarga tersebut telah terpenuhi. Oleh karena itu, setiap uasaha, prakarsa dan karya nyata dari manapun datangnya, tidak saja dari pemerintah, namun juga dari lembaga non pemerintah atau dunia usaha/swasta yang berkomitmen untuk meningkatkan derajat kesehatan, pendidikan dan peningkatan pendapatan keluarga tentunya wajib diberikan apresiasi yang tinggi.
Dengan telah dimulainya penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional pada tahun 2014, seluruh jajaran pelayanan kesehatan baik yankes pratama maupun yankes sekunder dan seterusnya perlu menyiapkan diri guna menyongsong era baru pembangunan bidang kesehatan menuju Universal Health Coverage (UHC) pada 1 Januari 2019.
Antaria lebih lanjut mengatakan bahwa untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan baik layanan pratama maupun rujukan di Klinik, pemerintah telah mendorong pelaksanaan akreditasi. Seluruh jenis layanan kesehatan harus mempunyai standard pelayanan yang terukur. Dengan profesionalisme yang terus ditingkatkan, nantinya diharapkan masyarakat akan memperoleh palayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau.
Pembangunan bidang kesehatan sebagai bagian dari pembangunan kesejahteraan rakyat bukan saja merupakan tanggungjawab pemerintah, akan twetapi menjadi tanggungjawab kita bersama. Pemerintah harus didukung oleh masyarakat termasuk swasta untuk bisa cepat mencapai tujuan pembangunan kesehatan seperti bidang pelayanan medik perlu mendapat perhatian khusus, mengingat masih banyaknya tantangan yang dihadapi.
Kita tentu ingin memodernisasi fasilitas, infrastruktur, dan klinik klinik di Indonesia agar jumlah pasien dari Indonesia yang berobat ke luar negeri tidak meningkat. Modern clinics yang memiliki fasilitas dan infrastruktur yang lebih baik diperlukan juga untuk melayani pasien yang tidak mampu dan kelompok berpenghasilan rendah. Selain itu kita ingin memiliki klinik yang lebih baik dengan kualitas klinik modern (world class clinic care).
Pengetahuan ketrampilan dan kompetensi para dokter, dokter spesialis dan para medis kita perlu ditingkatkan. Dengan demikian, kita memiliki daya saing yang lebih kuat dan akan menjadi rujukan pasien disekitarnya. Nantinya diharapkan agar peralatan medik yang akan dihadirkan oleh Klinik AIC Jakarta ini harusnya tidak kalah dengan RS di luar negeri. Kemudian juga manajemen kliniknya itu sendiri, perlu dibenahi agar menjadi manajemen yang akuntabel agar memiliki daya saing. Abdullah Antaria yakin kita mampu untuk meningkatkan daya saing komparatif dan kompetitif itu di tahun tahun mendatang.
Pemerintah, lanjut Abdullah Antaria, mendukung terus dikembangkannya kemitraan antara pemerintah, klinik swasta, perguruan tinggi dan kalangan dunia usaha. Kalau kemitraannya baik, maka fungsi pendidikan, penelitian dan pengobatan yang ingin dihadirkan di Klinik akan berhasil dengan baik. Peran swasta perlu didorong untuk melaksanakan gerakan nasional Indonesia yang lebih sehat, guna menjawab tantangan pembangunan kesejahteraan rakyat, sebagai bagian integral dari Pembangunan Manusai Indonesia, guna mempercepat terwujudnya pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium (MDGs) tahun 2015.
Tujuh Tantangan
Ada tujuh tantangan, yang menurut Abdullah Antaria,
Pertama, sebagaian besar layanan kesehatan masih berpusat di klinik;
Kedua, belum optimalnya layanan kesehatan berkualitas;
Ketiga, pelaksanaan sistem rujukan medik yang belum berjalan dengan baik;
Keempat, komunikasi antara pasien dengan penyedia jasa layanan kesehatan belum efektif;
Kelima, tingginya biaya pengobatan dan perawatan;
Keenam, Patiens Safety belum sepenuhnya dilaksanakan, mengingat belum semua klinik yang ada telah terakreditasi secara nasional.
Ketujuh, unmet need (kebutuhan ikut program KB yang belum terpenuhi). Pada penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga berencana masih relative tinggi yaitu sekitar 8,5 %.
Adanya BPJS Kesehatan akan membantu terwujudnya reformasi pembiayaan kesehatan secara menyeluruh dan terintegrasi berdasarkan prinsip prinsip tata kelola (Goverrnance) yang baik guna merealisasikan keteraturan, keadilan, perluasan kepesertaan, transparansi dan akuntabilitas jaminan kesehatan. (Gs).
Kategori: