Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on August 15, 2014

Jakarta, 15 Agustus - Indonesia rutin menggelar even kelautan berskala internasional yang menjadi kalender tahunan yaitu sail. Tahun ini event yang memadukan kegiatan pelayaran di wilayah laut dan aktivitas lainnya yang berbasis kelautan di gelar di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC) Kota Waisai, Raja Ampat, Provinsi  Papua Barat. Selanjutnya sail 2015 akan di pusatkan di Teluk Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Seperti dilansir situs KBRN, Sekretaris Dewan Kelautan Indonesia (Dekin), Dedy H Sutisna menjelaskan dalam rapat di tingkat kementerian yang dipimpin oleh Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, diputuskan Sulawesi Tengah menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan sail.

“Waktu rapat persiapan Sail Raja Ampat di tingkat menteri yang dipimpin oleh Menkokesra, ternyata pada kesempatan itu ditetapkan untuk kegiatan sail 2015 di laksanakan Sail Tomini, Sulawesi Tengah,” kata Dedy H Sutisna, dalam sambutannya pada launching Festival Teluk Tomini, di Gedung Mina Bahari III Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rabu (13/8/2014). 

Mendahului kegiatan Sail Tomini, akan digelar terlebih dahulu Festival Teluk Tomini pada 10-13 September 2014. Teluk Tomini merupakan salah satu teluk terbesar di Indonesia dengan luas kurang lebih 6 juta hektar serta potensi sumber daya alam yang kaya. Teluk tersebut memiliki luas terumbu karang 1.031 hektar dan luas hutan mangrove 785.10 hektar.

Di daerah itu terdapat Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dengan spesies endemik seperti Tuna Sirip Kuning, Anoa, Babi Rusa, Maleo dan spesies lain yang belum terindentifikasi. Tak salah apabila Teluk Tomini dinilai memiliki potensi sumber daya pesisir dan laut yang berlimpah bagi pengembangan wisata bahari dan lumbung pangan nasional.   Baik festival maupun Sail Teluk Tomini bertujuan untuk memperkenalkan potensi wisata bawah laut Teluk Tomini   kepada dunia luar sebagai destinasi wisata yang menawarkan keunikan, keindahan dan kenyamanan.  Tidak hanya itu, kedua even berskala internasional juga dapat membuka peluang investasi yang kondusif di berbagai sektor kelautan dan perikanan.  

Menjadi model percepatan pembangunan daerah kepulauan dan daerah terpencil. Kegiatan sail yang sukses adalah   Sail Bunaken pada 2009, Sail Banda pada 2010, Sail Wakatobi-Belitung pada 2011, dan Sail Morotai pada 2012, sertaSail Komodo 2013. (Kbrn/Gs)

 

Jakarta, 15 Agustus - Indonesia rutin menggelar even kelautan berskala internasional yang menjadi kalender tahunan yaitu sail. Tahun ini event yang memadukan kegiatan pelayaran di wilayah laut dan aktivitas lainnya yang berbasis kelautan di gelar di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC) Kota Waisai, Raja Ampat, Provinsi  Papua Barat. Selanjutnya sail 2015 akan di pusatkan di Teluk Tomini, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Sekretaris Dewan Kelautan Indonesia (Dekin), Dedy H Sutisna menjelaskan dalam rapat di tingkat kementerian yang dipimpin oleh Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, diputuskan Sulawesi Tengah menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan sail.

“Waktu rapat persiapan Sail Raja Ampat di tingkat menteri yang dipimpin oleh Menkokesra, ternyata pada kesempatan itu ditetapkan untuk kegiatan sail 2015 di laksanakan Sail Tomini, Sulawesi Tengah,” kata Dedy H Sutisna, dalam sambutannya pada launching Festival Teluk Tomini, di Gedung Mina Bahari III Kementerian Kelautan dan Perikanan, Rabu (13/8/2014). 

Mendahului kegiatan Sail Tomini, akan digelar terlebih dahulu Festival Teluk Tomini pada 10-13 September 2014. Teluk Tomini merupakan salah satu teluk terbesar di Indonesia dengan luas kurang lebih 6 juta hektar serta potensi sumber daya alam yang kaya. Teluk tersebut memiliki luas terumbu karang 1.031 hektar dan luas hutan mangrove 785.10 hektar.

Di daerah itu terdapat Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dengan spesies endemik seperti Tuna Sirip Kuning, Anoa, Babi Rusa, Maleo dan spesies lain yang belum terindentifikasi. Tak salah apabila Teluk Tomini dinilai memiliki potensi sumber daya pesisir dan laut yang berlimpah bagi pengembangan wisata bahari dan lumbung pangan nasional.   Baik festival maupun Sail Teluk Tomini bertujuan untuk memperkenalkan potensi wisata bawah laut Teluk Tomini   kepada dunia luar sebagai destinasi wisata yang menawarkan keunikan, keindahan dan kenyamanan.  Tidak hanya itu, kedua even berskala internasional juga dapat membuka peluang investasi yang kondusif di berbagai sektor kelautan dan perikanan.  

Menjadi model percepatan pembangunan daerah kepulauan dan daerah terpencil. Kegiatan sail yang sukses adalah   Sail Bunaken pada 2009, Sail Banda pada 2010, Sail Wakatobi-Belitung pada 2011, dan Sail Morotai pada 2012, sertaSail Komodo 2013. (Sgd/Foto:Sugandi/AKS)